Buka Diklat PIM IV, Bupati Sikapi Kondisi Oendidi

BATANGHARI – Bupati Batanghari, Ir Syahirsah SY mengatakan, masyarakat sangat berharap penjabat Eselon IV yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV, karena mereka ada pejabat baru dengan semangat baru yang memiliki peluang untuk perubahan tentu besar.

”Ya tadi kita  membuka Diklat PIM  IV, dengan mereka masyarakat sangat berharap perubahan-perubahan yang lebih baik untuk Batanghari,” katanya menjawab awak media ini, Kamis (1/3) pada kegiatan yang digelar diruang pola tersebut.

Dan selaku pimpinan katanya, dirinya terus memberi motivasi agar semangat mereka tergugah, jangan sampai seperti pejabat  yang lama.

“Harus bisa berubah, jangan macam yang lama-lama, yang terdahulu sudahlah menjadi cerita masa lampau,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, dalam bidang pendidikan perlu menjadi perhatian. Karena masih terdapat di dunia pendidik Batanghari yang tidak sesuai dengan citra pendidikan itu sendiri. Seperti banyak siswa yang tidak naik kelas dan beberapa masalah lainnya yang menyangkut bidang pendidikan.

”Seperti kasus penyiraman air panas terhadap siswa oleh oknum guru.  Ini menunjukkan ada  yang salah di bidang pendidikan di Batanghari ini,” ujarnya.

Terkait hal itu, Syahirsah akan melakukan evaluasi untuk di bidang pendidikan dalam hal ini di Dinas PdK. Sehingga, kejadian-kejadian tersebut tidak terulang lagi di dunia pendidikan Batanghari.

Apalagi sampai kejadian seorang oknum guru melakukan penyiraman terhadap siswanya. Karena kata Bupati, orang tua murid/siswa, mereka menitip anaknya agar menjadi orang pintar dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga moral.

“Kita tidak akan terima yang dilakukan oleh oknum guru. Dan akan kita beri sanksi terhadap guru itu. Tapi kita pelajari dulu. Kalau parah, parah lagi sanksinya,” tegas Bupati.

Sementara seorang oknum  guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di salah satu SMPN di Kecamatan Pemayung berinisial A, melakukan perbuatan yang tidak pantas kepada salah seorang siswanya.

Pasalnya A menyiram siswa berinisial F yang masih duduk di kelas tujuh dengan air panas yang membuat kulit A (14) melepuh di bagian bahu kanan.(Akr)

You cannot copy content of this page