Bupati Sibuk Videotron, Warga Tagih Janji Perbaikan Jalan

MERANGIN — Rencana pembangunan videotron di Taman Kota Bangko mendapat sorotan warganet. Di tengah pembahasan mengenai penataan wajah Kota Bangko dan pembangunan videotron, sejumlah warga justru mengingatkan pemerintah daerah terhadap persoalan infrastruktur jalan yang masih dikeluhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Merangin.

Sorotan tersebut terlihat dari sejumlah komentar warga di media sosial yang mempertanyakan prioritas pembangunan.

Salah seorang warganet, Adi Pictures, mengingatkan janji Bupati Merangin M. Syukur mengenai konsep “Merangin baru” dan pembangunan jalan baru.

“Saya masih ingat sampai sekarang janji Pak Syukur, kalau mau Merangin baru, jalan baru. Maka pilihlah bupati baru yaitu Pak Syukur. Tapi sekarang mana buktinya,” tulisnya.

Komentar lainnya datang dari Evisaltipa yang secara langsung meminta agar jalan desa menjadi perhatian pemerintah di banding Videotron Merangin

“Jalan ka desa-desa ilok diperbaiki pak lebih penting nyawo urang pak. Jalan lah balubang galo.”

Sementara Imam Mukholis menyoroti kondisi jalan yang menurutnya perlu menjadi prioritas, terutama menghadapi perubahan kondisi cuaca.

“Yang diutamakan jalan desa diperbaiki dulu pak, musim kemarau debu, musim hujan jalan seperti kolam.” tulisnya.

Komentar serupa disampaikan Rudi Maulana yang menagih janji terkait ruas jalan dari Simpang Kenalib menuju Pasar Pamenang.

“Taman… mana janjiMu.. Jln mau diaspal dari simp kenalib sampai pasar Pamenang… Mana janji Mu.”

Mencla-mencle Infrastruktur

Sorotan warga tersebut muncul di tengah klaim Pemkab Merangin bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi perhatian pemerintah.

Ia juga menyebut pada 2026 pemkab melakukan perbaikan Di antaranya jalan Desa Rasau dan Selango yang dilakukan melalui pengerasan. Namun, warga Desa Selango berharap penanganan tersebut dapat dilanjutkan dengan rabat beton karena pengerasan dinilai berpotensi cepat rusak.

Bupati juga pernah menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga : Videotron Rp850 Juta di Merangin Disorot, Warganet Pertanyakan Urgensi di Tengah Jalan Rusak dan Sampah

Namun jika di banding pembelian videotron, pemerintah daerah ternyata mampu mengalokasikan anggaran. Bisa membangun videotron, apakah sudah berpikir sejauh mana perhitungan biaya listrik, pemeliharaan, operator dan pengelolaannya disiapkan?

Sebab, setelah terpasang, videotron bukan hanya membutuhkan biaya pembangunan. Pemerintah juga harus mengalokasikan biaya agar aset tersebut dapat beroperasi dan terpelihara.

Bagaimana tidak mencla-mencle, Pemerintah Kabupaten Merangin sendiri dalam pembahasan APBD 2026 menyatakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur merupakan salah satu bagian dari belanja pelayanan publik, dengan jalan dan jembatan mendapat porsi tertentu dari belanja infrastruktur.

Karena itu, pertanyaan warga bukan hanya soal videotron perlu atau tidak, tetapi juga bagaimana pemerintah menentukan prioritas ketika anggaran daerah terbatas.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube