Apresiasi Penggantian Pimpinan BGN Sebagai Wujud Evaluasi Tata Kelola MBG

MERANGIN – Anggota DPRD Merangin dari Partai Gerindra, M Hazil Aima Putra, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.

Menurut Hazil, pergantian kepemimpinan di tubuh BGN merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Politisi berlatar belakang hukum itu juga menilai bahwa evaluasi merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan.

Setiap program besar yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat membutuhkan pengawasan dan penyempurnaan secara berkelanjutan.

Selain itu, hal ini juga menunjukkan tidak ada yang kebal akan evaluasi. Dimana perubahan dari evaluasi ini tak lain demi kepentingan masyarakat.

“Pak Prabowo menunjukkan bahwa tidak ada orang atau pribadi yang kebal terhadap evaluasi. Justru evaluasi diperlukan agar berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera diperbaiki dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

“Secara tegas menyatakan dukungan penuh atas keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto tersebut,” sambungnya.

Hazil meyakini, di bawah kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang, seluruh unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat nasional maupun daerah akan semakin terintegrasi dan terkalibrasi dalam memberikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Hapus Gizi Buruk

Ia optimistis program tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menghapus persoalan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

“Di bawah komando Ibu Nanik Sudaryati Deyang, saya yakin program MBG akan semakin efektif dalam memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang berkualitas,” katanya.

Lebih lanjut, Hazil menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi sebagai program kesehatan masyarakat, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Menurut Ketua PBSI Merangin itu, dampak ekonomi dari program tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat karena melibatkan berbagai sektor usaha lokal dalam rantai pasok kebutuhan pangan.

“Roda perputaran uang dari program ini langsung menyentuh para pelaku UMKM, pedagang ikan, hingga para petani lokal penyedia bahan baku pangan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberadaan dapur-dapur MBG di berbagai daerah telah membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian, perikanan, dan produk pangan lokal.

Selain itu, program MBG juga dinilai berhasil menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Hazil menyebut banyak tenaga kerja yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan kesempatan bekerja melalui program tersebut.

“Bahkan, puluhan ribu sarjana kini mendapatkan lapangan kerja baru dan dipercaya mengisi posisi strategis di daerah masing-masing, mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga kepala dapur,” ujarnya.

Karena itu, Hazil berharap kepemimpinan baru di BGN dapat semakin memperkuat tata kelola program serta memperluas manfaat yang dirasakan masyarakat, baik dari sisi peningkatan kualitas gizi maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program ini harus terus didukung karena manfaatnya sangat besar. Selain menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas, program MBG juga menjadi penggerak ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa,” pungkasnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube