MERANGIN – Keributan harga Tandan Buah Segar (TBS) di PT Agrindo Indah Persada (PT AIP) berbuntut demo emak-emak. PT AIP bakal dipanggil DPRD Merangin setelah masyarakat mengadu.
Keluhan masyarakat itu sudah masuk ke sekretariat DPRD Merangin melalui surat, Senin (7/7/2025). Aduan disampaikan ke Waka I DPRD Herman Effendi saat dikonfirmasi diruang kerjanya.
“Benar surat dari masyarakat masuk ke DPRD, kita sudah membaca harga TBS keluhan masyarakat dengan PT AIP, jelas kita kroscek masalah harga,” ungkap Waka DPRD Merangin Herman Effendi.
Jelasnya dewan gerak cepat menyangkut permasalahan ini, apalagi menyangkut masyarakat banya. Dewan akan pelajari dan disposisi ke Komisi III agar memproses cepat.
“Kita perjuangan harga TBS untuk masyarakat, kita undang PT AIP, dinas perkebunan berapa harga sebenarnya dari pemerintah,” tungkasnya.
Sebelumnya antara masyarakat sudah melakukan pertemuan dengan PT AIP malah diakui Manajer PT AIP Ismail buah lokal ada yang bagus.
“Buah sawit bapak ini bagus iya gak, ngapai iya harga rendah juga, inikan buah lokal iya tambang baru,” ungkap Manajer AIP Ismail sambil menuju kearah pemilik TBS disaksikan saat pertemuan Masyarakat dengan perusahaan.
Baca Juga : Didemo Emak-emak, PT AIP Wilmar Group Bakal Dilaporkan Apkasindo
Berbeda dengan kepala Operasional Perusahaan (OPS ), Junaidi malah menjelaskan di papan dinding nama-nama perbedaan buah kelapa sawit, namun ditolak warga.
“Sudah lah pak, soal itu kami tau soal apa nama buah kelas sawit, mengapa ini dibedakan buah lokal dan buah dari dari luar, “ungkap Khaidir membantah penjelasan Junaidi.
Sementara Junaidi malah menjelaskan pasokan TBS dari luar seperti Pamenang dan seputaran Bangko.
“Alhamdulillah Bang Antok dari awal berdiri Pabrik sudah Bantu AIP untuk pasokan TBS dari Pamenang dan Seputaran Bangko, sampai sekarang beliau masih setia dengan AIP walaupun banyak PKS baru di Merangin Bang, ” tulis Junaidi melalui WhatsAppnya.
Pihak PT AIP melalui Junaidi terkesan menentang Permentan no 13 th 2024.
“Nanti kami pelajari Bang, Harga Pokja setau kami itu untuk Plasma mitra Binaan Perusahaan yang asal usul bibit tanamannya jelas, di Merangin setau kami tidak ada Pabrik sawit yang Pakai Harga Pokja untuk TBS swadaya, mohon maaf kalau salah,” ungkap Pihak PT AIP Junaidi.
