BERITA MERANGIN – Keterwakilan Pamenang di Merangin semakin mengkhawatirkan baik di eksekutif maupun legislatif. Pemuda Batin IX Ilir turun tangan, siap konsolidasi dengan para tokoh.
Beni Ari Feriadi, tokoh pemuda Pamenang sudah melihat penurunan keterwakilan ini dari kursi DPRD Merangin Dapil III dari 8 kursi menjadi 7.
“Dari sini, seharusnya semua tokoh, pemuda dan mahasiswa sudah mengantisipasi. Karena kurangnya kursi, akan mengurangi keterwakilan, suara-suara masyarakat untuk diperjuangkan,” kata Beni, Senin (27/5/2024).
Kekhawatiran pengacara di Adipati & Partners ini makin terlihat di eksekutif. Dimana hanya Abd Gani yang duduk di kabinet pemerintahan Merangin, dan itu pun memasuki pensiun.
“Tanpa perwakilan, mau dibawa kemana Pamenang ini? Begitu banyak tokoh-tokoh dari Pamenang, tapi semua diam dengan keadaan ini,” katanya dengan kecewa.
Keterwakilan Pamenang ini juga mengkhawatirkan di Pilbup Merangin 2024. Sejumlah nama yang mencuat, kini menghilang dari bursa Calon Kepala Daerah mewakili Dapil III.
Sebut saja Izhar Majid yang gencar tahun lalu, belakangan menghilang. Anggota DPRD Provinsi yang kembali terpilih di Pemilu 2024 itu, sempat mengikuti penjaringan, namun tak mengembalikan berkas di partainya.
Pun demikian, Sukar, anggota DPRD Merangin yang juga kembali terpilih, mulai kendor di bursa Pilbup Merangin.
“Jadi hanya Mukti, Pj Bupati Merangin yang dapat dibanggakan. Mungkin wakil kita terakhir, jika kesempatan saat ini diabaikan. Maju jadi wakil saja, kita tak punya,” pungkas tokoh pemuda dari Pamenang Selatan itu.
Pemuda Batin IX Ilir
Hal serupa disampaikan Mahyudin, Ketua Pemuda Batin IX Ilir akan keterwakilan wilayahnya itu. Katanya, Pamenang saat ini seharusnya dapat kompak, menyatu dan memikirkan masa depan.
“Menepis ego-ego yang terkotak-kotak. Sebenarnya bukan tidak ada, bukan tidak layak. Tidak berani,” tegasnya.
“Ada Bang Montok (Izhar Majid,red), ada Sukar, bang Taufik, Helmi. Minimal mereka dewan 2 periode. Sekarang, berani tidak mereka. Sekarang bicara keberanian, mengambil keterwakilan kedepan pamenang ini,” sambungnya.
Dengan kondisi ini, pemuda tidak akan diam. Bilang mantan aktivis kampus itu, persoalan masa depan pamenang tak boleh diabaikan.
“Kami atas nama Ketua Pemuda Batin IX Ilir dalam waktu akan melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus dan para tokoh sedapil III menyikapi terkait dengan masa depan Pamenang ke depan,” katanya.
Pemuda Batin IX Ilir akan mengambil langkah taktis, agar pamenang ini tidak ketinggalan dengan dapil lain dan layak diperhitungkan.
Lantas, jika memang nantinya tidak ada yang benar-benar maju mewakilkan Pamenang, apa yang akan dilakukan pemuda?
“Kita akan tetap memberi warna, tetap ikut mewujudkan kepemimpinan merangin ke depan. Karena Pamenang ini termasuk suara terbesar kedua, setelah Dapil II,” katanya.
“Kita akan membuat keterwakilan walaupun tanpa ada keterwakilan dari pamenang dan kami sekali lagi siap memberi warna,” pungkasnya.
