BERITA JAMBI – Dilema perikanan Merangin yang kian hari kian terpuruk. Belakangan, mengeliat dengan keterbatasan dan seakan menanti keajaiban.
Pusat pembenihan ikan di Merangin, Balai Benih Ikan (BBI) di Talang Kawo, sudah berusia puluhan tahun. Tapi tak berkembang bahkan bisa dikatakan kian terpuruk.
Hal ini terlihat dari pantauan media ini langsung ke lokasi baru-baru ini. Dari puluhan kolam yang ada, hanya ada benih Ikan Nila yang tersedia.
Itu pun, Ikan Nila jenis Gift. Bukan jenis lain seperti yang terkini yakni Nila Bangkok, Red-Black Prima, Sultana, Gesit atau Kekar.
Sementara stok benih ikan Patin, Bawal, Baung, Mas, Lele dan Gurami tidak ada. 3 jenis terakhir, akan diproduksi lewat pengadaan indukan dan sudah berada di BBI.
Benih Kosong
Kosongnya benih di BBI ini, berbanding terbalik dengan kebutuhan ikan di Merangin saat ini 70 persen masih mengandalkan dari luar daerah.
Seharusnya, BBI bisa mendukung pengadaan benih pada pembudidaya ikan agar mampu meraih pasar yang saat ini hanya mampu 30 persen.
Baca Juga : 70 Persen Kebutuhan Ikan di Merangin, Masih Dari Luar
Kondisi ini makin memburuk, ketika sebagian lebih dari puluhan kolam yang ada, tidak bisa digunakan. Tambah lagi, anggaran daerah, Kabupaten Merangin, minim sekali untuk sektor ini.
Kepala Dinas Perikanan Merangin, Irsadi tak membantah hal ini. Tapi Ia menolak pesimis, dan tetap optimis dengan kondisi ini.
Ia mengaku, telah berupaya mendorong ke pemerintah pusat, ketika Pemkab Merangin tengah kesulitan anggaran.
“Kita jangan pesimis, tetap optimis. Tetap bergerak dan melakukan pendekatan. Alhamdulillah, pekan lalu BRIN datang ke Merangin. Kepala pusatnya langsung datang,” kata Irsadi, Senin (6/3/2023).
Angin Segar Perikanan Merangin
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini bilangnya, dalam rangka konservasi maupun penjajakan terhadap budidaya ikan lokal.
Angin segar terhadap budidaya ikan ini, sejalan pula dengan upaya Irsadi mendorong budidaya pakan alternatif, yakni Maggot.
Sementara ketersediaan benih ikan sendiri, Irsadi mengatakan tersedia pada Maret dan April ini.
“Nila dan Lele. Kalau Gurami, induknya belum berkembang. Yang kami targetkan awal tahun sampai beberapa bulan ke depan itu Nila sama Lele,” katanya.
Kepala UPTD BBI, Zaini mengatakan, pihaknya menambah 100 Indukan Gurami untuk pemijahan, kemudian 14 paket indukan Ikan Nila.
Sementara Ikan Lele, sebanyak 24 indukan sudah tak berproduksi. Indukan ini dari pengadaan tahun 2018 lalu.
“Kalau lele ini, 2 tahun harus ganti,” katanya.
Pada 2022 lalu, BBI menambah Indukan Ikan Lele sebanyak 150 ekor. Namun hingga kini, belum ada pemijahan.
“Total 174, 50 itu jantan, 100 betina,” katanya.
