TANJABBAR – Peristiwa orang meninggal dengan cara gantung diri (Gandir) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tanjabbar, Selasa (2/11/21) di mana seorang suami nekat akhiri hidupnya di tali ayunan anak.
Kali ini korbannya bernama YN (26), meninggal gantung diri di rumah kontrakan di KM 01 RT 10, Desa Teluk Pengkah, Kecamatan Tebing Tinggi Tanjabbar.
Baca juga : Lagi, Lakalantas di Muaro Jambi, Mahasiswa Tergeletak di Pinggir Jalan Usai Dilindas Fuso
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Muharman Arta, SIK membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan peristiwa naas nyawa seorang suami di Tanjabbar, yang melayang di tali ayunan anak itu terjadi sore kemarin.
Bilangnya, kejadian itu bermula usai pertengkaran pasang suami istri itu.
“Kejadian di KM 01, RT 10, Desa Teluk Pengkah, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa 2 November 2021. Tepatnya sekitar pukul 17.25 WIB,” terangnya.
Muharman juga menyebutkan, korban di temukan oleh istrinya R, dengan kondisi tergantung di dalam kamar menggunakan tali ayunan anaknya.
“Motifnya berawal perselisihan pertengkaran rumah tangga,” ungkap Kapolres.
Di katakannya, istri korban sebelum kejadian sempat berselisih pertengkaran, kemudian istri korban masuk kamar kecil.
Namun tidak lama kemudian, tak terdengar lagi suara dari suami korban. Istri korban pun pergi ke kamar dan melihat nyawa sang suami sudah melayang, terikat seutas tali ayunan anaknya.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Melihat kejadian itu istri korban langsung meminta pertolongan, kepada tetangga depan rumahnya,” sebutnya.
“Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebing Tinggi. Hasil visum luar dan pemeriksaan dokter, tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal di duga akibat tertutupnya saluran pernapasan,” terangnya. (hry)
