BERITA JAMBI – Siapa yang tak mengenal Angkot di Jambi, moda transportasi massal masyarakat perkotaan. Melayani trayek berbagai penjuru di Kota Jambi. Namun sayang, kini nasibnya nyaris terlupakan.
Berawal dari kemajuan teknologi, pun begitu dengan transportasi berbasis online kini menjamur. Di tambah lagi, wabah pandemi Covid-19 menyebabkan terdampak pada penghasilan Supir Angkot di Jambi ini.
Baca juga : Pendapatan Anjlok 50 Persen, Tukang Angkot di Jambi Menjerit
Meski begitu, sebagian dari mereka masih tetap bertahan, menyandarkan hidup di atas roda angkot. Salah satunya Iwan, pria paruh baya saat di temui DinamikaJambi.com di kawasan Terminal Alam Barajo Jambi, Minggu (28/02/2021).
Di terpa persaingan antara transportasi online dan transportasi konvensional, Iwan mengaku masih tetap bertahan.
“Cukup-cukup makan, lepas-lepas untuk belanjo sehari-hari jadilah,” ungkapnya.
Di usia paruh baya, Ia mengaku tak ingin merubah profesi yang sudah dilakoni sejak 20 tahun silam itu.
“Sudah 20 tahun dek bawa angkot. Yo di jalanin bae, enak dak enak,” bilang Iwan menggunakan bahasa daerah.
Pasalnya, Iwan terlanjur nyaman dengan profesinya ini. Bahkan, Ia juga bercerita, pada tahun 2000 hingga 2005, pernah merasakan masa kejayaan Angkot.
“Dulu paling enak itu tahun 2000an, biso lah bawa duit ke rumah agak banyak. Kadang-kadang 100 sampai 200 ribu, itu bersih yo. Kalau sekarang 50 ribu bersih udah syukur,” imbuhnya.
Masih Ada Peminat
Belasan tahun silam Angkot di Jambi, transportasi massal ini masih ramai. Padahal, ratusan unit perharinya memenuhi jalanan perkotaan Jambi.
Kini berbeda, Iwan memprediksikan tak penuh 100 Angkot lagi yang berjalan, di berbagai trayek di Kota Jambi.
“Mungkin puluhan lah yang masih bertahan, kalau dulu 300an per hari yang jalan. Apalagi hari Minggu kayak gini, padat tu terminal Rawasari,” bebernya.
Di ketahui, Terminal Rawasari merupakan titik terakhir pengantaran Angkot dari berbagai trayek. Mulai dari Simpang Rimbo, Jl Tp Sriwijaya, Mayang, Telanai Pura. Lalu ada dari kawasan Beringin, Palmerah dan Payo Selincah.
Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin
Meski begitu, pria paruh baya ini menuturkan masih ada masyarakat yang meminati transportasi Angkot.
“Masih ado yang minat dek, biasonyo ibu-ibu dari pasar Angso Duo belanja, sebagian anak sekolah. Pokoknyo yang malas pesan online-online pake HP itu lah,” tuturnya. (Tr01)
