Demi Cintanya Dengan Alam, Pria Asal Kerinci Ini Rela Tinggalkan Kuliahnya

BERITA JAMBI – Pria asal kerinci bernama lengkap Yose Hendra, rela tinggalkan kuliahnya pada tahun 2000 an lalu, demi kecintaannya terhadap alam. Lalu bagaimana kabar ayah 2 anak yang akrab di sapa Cua ini sekarang? Yuk lihat ceritanya di sini.

Sebelumnya, berawal dari hobby menjelajah alam, membuat Cua sapaan akrab Yose ini sering kali mengabaikan pendidikannya sejak kecil.

Baca juga : Lepas Pekerjaan Dengan Gaji 25 Juta, H Rizal Buka Bisnis Sampah di Jambi

Hal ini di sampaikan Yose Hendra yang kini menjadi Direktur Utama Yayasan Bumi Shelter 7 Jambi, saat di temui Dinamikajambi.com di ruang kerjanya pada Sabtu (06/02/2021) kemarin.

Ia menceritakan, awal mula kecintaannya terhadap alam sendiri, sebenarnya sudah di mulai sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan, saat itu Ia mengaku sering bolos sekolah hanya untuk melakukan kegiatan naik gunung.

Bayangkan saja, di usia yang masih sangat kecil Cua sudah malang melintang di alam bebas, bak orang dewasa lainnya.

“Dari SMP, kadang kita ada acara di sekolah nekat kabur karena naik gunung. Jadi, memang sudah fokusnya di situ sejak kecil,” ungkapnya.

Pun demikian, untuk memulai kegemarannya menjadi penggiat hingga menjadi pengembang alam jadi tempat wisata ini, sejak tahun 2000 an. Ia yang kala itu rutin dan sering gabung di organisasi pecinta alam, makin mengasah kemampuannya tentang alam.

Terakhir, Cua ikut dan bergabung dengan NGO lingkungan hingga membentuk Bumi Shelter 7 yang di dirikan tahun 2018 lalu.

“Akhirnya, karena sudah fokus ini tadi, lanjut sekolah ke SMA, kuliah sebentar sampai ikut NGO lingkungan juga. Kemudian, karena sudah nyaman, kuliah pun saya tinggalkan,” ungkapnya.

Pria asal Kerinci yang rela tinggalkan kuliahnya demi alam ini, menyebutkan bahwa mulanya Ia yang jadi volunteer di FFI bagai menemukan hal baru dalam hidupnya. Kala itu, yang Dia tau kegemarannya itu hanyalah hobby, ternyata juga bisa mengahasilkan uang. Cua pun terlarut.

“Saat itu, waktu kuliah kita jadi volunteer di FFI Flora dan Fauna Internasional. Saat itu kita lagi survei Harimau, ternyata enak loh. Biasanya kita tiap bulan dapat kiriman dari orangtua, nah kita udah ikut di hutan ini nih, kita dapat duit.” terangnya.

Hobby Dari SMP

Nah, sejak saat itu Cua yang memang dari SMP sudah mencintai petualangan di alam, akhirnya memilih untuk meninggal kuliahnya yang baru jalan 3 bulan di salah satu kampus di Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. Sayangnya, Ia tak mau menyebut nama kampus tempat Ia kuliah itu.

“Semenjak itu, saya mulai belajar semuanya di lapangan bagaimana menjadi penggiat alam, yang bisa bermanfaat bagi orang banyak,” imbuhnya.

Sejak itu, Ia memulai merambah dunia lingkungan tersebut, hingga akhirnya di tetapkan sebagai Ketua Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kabupaten Kerinci kala itu.

“Nah itu di pusatnya ketuanya Wisnu Tama, di situ juga ada Ahok, Helmi Yahya dan Ngadimen. Kebetulan saya ketua Asparnas Kabupaten Kerinci,” paparnya.

Kini, Cua menjadi Direktur Utama Yayasan Bumi Selther 7. Di sini, Ia sudah mengembangkan beberapa tempat wisata di Jambi. Mulai dari Muaro Emat di Kerinci, Sungai Napal di Desa Muhajirin Muaro Jambi dan terakhir di ajak untuk menggarap Cagar Budaya di Kabupaten Batanghari.

Meski demikian, bilang ayah dua anak ini, apa yang mereka kerjakan bukan semata-mata untuk rupiah. Akan tetapi, benar-benar murni untuk menjaga alam dari kerusakan yang dapat membahayakan manusia nantinya.

Lihat juga video : Jelang Tahun Baru, Gugus Tugas Sisir Cafe di Kota Jambi

“Jadi kami itu melihat potensi wisata yang ada di Provinsi Jambi ini, lalu mendampingi masyarakat setempat untuk mengembangkannya. Setelah itu, kami juga membantu bagaimana menjaganya, dan melatih warga sampai akhirnya bisa mengolah pariwisata tersebut secara mandiri,” tukasnya.

Jadi, kecintaannya terhadap alam ini bukan ingin menjadikannya kaya, akan tetapi murni sebagai penggiat, mendampingi untuk pengembangan dan melatih masyarakat untuk menjaga alam dengan baik. (Nrs)

 

Catatan redaksi : Hidup bukan semata-mata melihat semua hal itu dari sisi materi, karena masih banyak hal lain yang perlu di lakukan dan dapat bermanfaat bagi orang banyak, tanpa menjadikan uang sebagai tolak ukur.

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube