Patroli Cyber, Polres Tanjabbar Akan Buru Akun Palsu Selama Pilkada

BERITA TANJABBAR – Jelang Pilkada kejahatan di dunia maya/cyber crime kini makin meningkat dan menjamur. Oleh karena itu, pihak polres Tanjabbar melakukan Patroli Cyber, guna memburu akun palsu yang di anggap meresahkan masyarakat.

Selain itu, pihak Polres Tanjabbar pun terus meningkatkan cyber patrol atau patroli dunia maya menindak akun-akun palsu yang meresahkan masyarakat.

Hal ini di lakukan guna menciptakan Pilkada Tanjabbar yang aman dan damai serta menghindari gesekan di kalangan masyarakat.

Seperti yang di ungkapkan Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, melalui Wakapolres Kompol Alhajat, SIK. Ia menyebutkan bahwa tiap perhelatan pilkada, media sosial selalu ramai dengan konten-konten yang mengarah kepada ujaran kebencian (hate speech) dan informasi palsu (hoaks) yang menyerang masing-masing kubu.

Baca Juga : Berstatus Buron, Polres Tanjabbar Buru 3 DPO

” Kita sendiri( Polres), sudah memiliki sarana dan mobil untuk memantau kejahatan di dunia maya,” ujar Alhajat.

Ia dengan tegas menyatakan akan lakukan langkah hukum. Jika ada yang menyebarkan berita bohong dan provokatif yang berpotensi konflik di Pilkada nantinya.

” Yang jelas kalau di temukan akan kita tindak,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa, akun yang kerap berisi konten negatif dan cenderung provokasi dan sebagainya itu, biasanya palsu alias bukan pemilik sebenarnya dari nama tertera di akun.

Pantau Arus Lalu Lintas Inforamasi di Jejaring Sosial

” Tim cyber Polres Tanjabbar akan memantau arus lalu lintas informasi utamanya di media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube. Di mana di sinyalir bisa mengganggu kondisi keamanan jelang Pilkada Pilkada apalagi di masa tenang,” ungkap Wakapolres.

Lihat Lainnya : Sadis, Pembunuhan 1 Keluarga di Sulawesi, Diduga Pelaku Adalah Teroris

Ia menyampaikan bahwa, Saat-saat pilkada banyak akun palsu atau liar, sehingga grup-grup di media sosial sebaiknya di batasi karena akun palsu sering menimbulkan provokasi.

” Bila terjadi mengarah pidana, admin grup bisa terseret,” Tegasnya.

Dia tidak memungkiri masih banyak pengguna media sosial yang dalam mengungkapkan ekspresinya terlalu berlebihan, sehingga tidak menyadari hal ini sudah memiliki payung hukum.

” Resikonya tinggi, pelakunya bisa di pidana jika ikut menyebar di medsos. Makanya kami akan terus mengingatkan seluruh tim untuk berhati-hati. Karena tim cyber akan bekerja dan memburu mereka yang menyebarkan hoaks di media sosial,” ujarnya.

Lihat Video : Bupati dan Kapolres Panen Ikan di Desa Keranggan, Kecamatan Sekernan

Ia menghimbau kepada admin grup medsos, tim sukses lebih baik fokus memperkenalkan program dari calon bupati yang di usungnya. Tanpa ujaran kebencian atau yang sifatnya hasutan untuk menjatuhkan calon lain. Pilkada Tanjabbar 2020 tetap berjalan dengan damai dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.

” Jika di nilai mengandung unsur fitnah apalagi Sara, maka sebaiknya informasi itu di abaikan dan jangan sekali-kali ikut di bagikan apalagi saat ini Pilkada di laksanakan di tengah pandemi Covid-19,” Pungkasnya. (hry)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page