VIRAL – Sebuah video berdurasi kurang lebih 4 menit, buat heboh media sosial Facebook. Pasalnya, seorang anak yang bebal saat diajari pelajaran Matematika, dipukul ibu pakai selang air.
Tak ayal, aksi anak dipukul ibu pakai selang air dalam video tersebut, berbuntut panjang. Bahkan saat ini, lagi dalam proses hukum.
Baca juga : Hari Pelanggan 2020, Swiss-Belhotel Jambi Promo Gratis Kopi
Seperti diketahui, Video penganiayaan yang dilakukan seorang perempuan kepada anak tersebut, tengah viral t di grup-grup Facebook.
Salah satunya, di grup Info Malang Raya pada hari Rabu (2/9/2020).
Kejadian dalam video berdurasi 4 menit 40 detik itu, yang dibagikan oleh akun Facebook Nae Ob itu diketahui berlangsung di Malang.
Selain itu, dalam video tersebut tampak jelas seorang perempuan menyabetkan sebuah benda seperti selang air, ke tubuh si anak.
Tak hanya itu, tampaknya perempuan tersebut tengah emosi, ketika memberikan pelajaran berhitung kepada si anak.
Keterangan Kapolres Malang
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh perempuan kepada anak berusia 8 tahun tersebut. Menurut Umar, mereka merupakan seorang ibu kandung dari anak yang berasal dari Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
“Ini hubungan antar ibu dan anak. Awalnya ibu sedang mengajari anak pelajaran matematika. Proses belajar, berkali-kali, belum bisa memahami pelajaran,” ungkapnya, Rabu (2/9/2020) malam dilansir dari Jatimtimes.com.
Ia juga menjelaskan,bahwa dalam keadaan emosi ibu tersebut akhirnya teriak-teriak, dengan membawa sebuah selang yang disabetkan kepada anaknya.
Karena kondisi psikis anak yang sudah capek, sehingga tidak dapat menangkap materi yang disampaikan ibunya.
“Ibu emosi ambil selang dipukulkan ke kaki anak dua kali. Menggigit tangan kanan anaknya. Kesannya jadi lebih besar, si ibu diiringi dengan ngomel-ngomel, teriak-teriak, mengganggu warga sekitar rumah,” bebernya.
Mendengar teriakan sang ibu tersebut, warga sekitar pun heboh. Sehingga langsung menuju ke sumber suara, dan merekam aksi ibu kepada anaknya itu.
“Setelah marah-marah ini, ayahnya datang menenangkan istri, dan anak. Kalau belum bisa sekarang, diajari lagi. Ini wujud emosi, karena susah diajari,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan dari keterangan saksi-saksi, akhirnya pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada ibu dan anak itu. Apalagi, kejadiannya sudah tersebar di medsos Facebook.
“Langkah berikutnya, langsung pemanggilan dan pertemuan dengan pihak Kades dan didampingi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Serta pihak keluarga,” jelasnya.
Untuk itu, Hendri pun menegaskan bahwa jangan sampai menggunakan kekerasan dalam mengajarkan sesuatu kepada anak. Karena anak saat ini merupakan aset ke depan bangsa Indonesia.
“Harus dididik dengan baik, jangan traumatis. Membuat mereka trauma dan takut dengan orang tua sendiri, tidak kami harapkan. Kalau dibiarkan berlarut berpengaruh pada mental kejiwaan,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk kasus ini pihaknya tengah mendalami, bagaimana selanjutnya.
“Nanti kami dalami, apakah teguran atau pidana. Solusi untuk anak ini harus pertimbangkan best practice, ada alternatif lain,” pungkasnya.
