BUNGO – Selain terorisme, narkoba menjadi ancaman berbahaya dalam kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahaya narkoba, musti diperangi seluruh elemen masyarakat yang salah satunya melalui keluarga.
Bertempat di Ball Room Hotel Semagi, Senin (14/8) sekira jam 09.00 Wib dalam seminar bahaya Narkoba dikalangan Generasi Muda, Kapolres Bungo, AKBP Budiman Bostang Panjaitan SH. S.IK MH menguraikan ancaman kehidupan berbangsa.
Kegiatan yang digalangi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bungo dan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Jambi itu, mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Muda Indonesia Yang Berprestasi Berkarakter Tanpa Narkoba”
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Bungo H.Syafrudin Dwi Aprianto, S.pd, Ketua NU Kabupaten Bungo Drs. H.M. Aliyuddin, MM. SY, perwakilan Kesbangpol Provinsi Jambi serta Kemenag Bungo ini, dihadiri kurang lebih 200 orang Generasi Muda NU Kabupaten Bungo termasuk perwakilan Mahasiswa, Pelajar SLTA sebagai peserta seminar.
Kapolres yang mendapatkan kesempatan sebagai pemateri, menyampaikan riwayat hidupnya. Selain bahaya narkoba, mantan Kapolres Sarolangun itu juga memaparkan ancaman radikalisme dan teroris.
“NU adalah mitra pertama kami dari Kepolisian RI, dalam menjaga keutuhan NKRI. Untuk itu disela-sela kesibukan kami menyempatkan diri hadir pada kegiatan ini,” terang Kapolres.
Disamping penegakan hukum lanjutnya lagi, hal utama untuk mencegah narkoba adalah hubungan keharmonisan keluarga dan tidak membeli narkoba.
Penegakan hukum sudah banyak dilakukan, bahkan baru-baru ini ada 1 ton narkoba ditangkap tapi narkoba tetap masih banyak.
“Untuk itu rumus yang paling manjur untuk memberantas narkoba adalah keharmonisan keluarga dan berhenti atau tidak membeli narkoba,” tambahnya
Kapolres berjanji untuk kasus narkoba tidak ada toleransi. Bahkan kalau ada keluarga terjerat narkoba jangan sekali kali mencoba lobi dirinya.
“Siapapun itu baik masyarakat maupun anggota saya sendiri tidak ada toleransi. Akan saya proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya
Menurutnya, selagi masih ada pembeli narkoba maka bandar narkoba akan semakin marak
“Jangan beli barang haram itu. Otomatis bangkrut bandar narkotika karena busuk dagangannya tak laku dijual,” ungkapnya
Dalam momen 17 Agustus ini sudah ada tiga kegiatan turnamen olahraga yang digelar jajarannya. Hal itu dilakukan sebagai salah cara untuk mengajak masyarakat menghindari serta tidak mengkonsumsi narkoba .
“Karena kemungkinan kecil seorang yang berolah raga untuk mengosumsi narkoba. Polisi butuh dukungan dari masyarakat dalam memberantas narkoba, karena narkoba musuh kita bersama,” pungkasnya. (Rul)
