JAMBI – Dirnarkoba Polda Jambi mengatakan tahanan Narkoba yang meninggal itu karena serangan jantung. Hal ini dibantah pihak keluarga, bahwa itu tidak benar.
Sebelumnya disampaikan Dirnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Dewa Putu Gede bahwa tahanan yang meninggal tersebut ada serangan jantung.
“Dia ada serangan jantung lah intinya itu,” singkatnya beberapa waktu lalu.
Berita Terkait : Tahanan Narkoba Meninggal, Ini Penjelasan Polda Jambi
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Ernawati selaku Ibu kandung tahanan narkoba membantah anaknya meninggal karena serangan jantung. Bilangnya, anaknya tidak pernah punya riwayat penyakit jantung.
“Tidak benar itu. Dari kakek nenek kami, sampai bapaknya juga tidak ada riwayat penyakit jantung,” terang Erna pada Dinamikajambi.com, Senin (20/07/2020).
Bahkan dirinya menyebut, dari awal anaknya ditangkap pihak kepolisian Polda Jambi, kondisi tubuhnya terlihat sangat tidak baik. Mulai dari lebam hingga berdarah, diduga karena dipukul oleh oknum petugas.
“Malam waktu ditangkap, anak saya dibawa ke rumah dalam kondisi tidak pakai baju, hanya celana. Mukanya saya lihat sudah mulai berdarah, habis kena gebuk,” katanya.
Baca Juga : Salah Tangkap, Diduga Dianiaya, Begini Kata Kapolres Merangin
Setelah itu, 5 pasca ditangkap pihak keluarga baru boleh dilihat. Berulang kali Ia mendatangi Polda dari malam penangkapan, hingga hari ke 5 dibolehkan.
Mirisnya, saat itu almarhum pada mukanya tepat di bagian mata sebelah kiri, lebam dan bertumpuk darah beku.
Tak hanya itu saja, tubuhnya kesakitan dan banyak bekas luka pukul. Mulai dari punggung hingga pinggang Ripansyah.
“Pas kami lihat, mata Ripan itu biru, mata putihnya hampir hilang ditutupi darah beku. Badannya sakit semua dari pinggang, hingga punggung,” kenangnya sambil meneteskan air mata.
Bahkan kata Erna, dada Ripan saat itu terlihat bergetar dengan detak jantung yang keras. Ia pun terlihat sesak nafas.
“Di dadanya itu getar-getar, karena detak jantungnya deras sekali. Kelihatan dari luar bajunya,” jelas Erna menangis, sambil memperagakan kondisi anaknya tersebut.
Tak ayal, ibu paruh baya itu menangis histeris, membayangi kondisi anak semata wayangnya tersebut tengah menahan rasa sakit. Baik pada matanya membengkak, hingga bagian tubuh yang sakit.
Ditelpon, Anaknya Sudah Meninggal
Pun demikian, saat ini ia hanya bisa ikhlas melihat atas perlakuan petugas kepolisian tersebut. Sampai akhirnya, anak satu-satunya itu merenggang nyawa dengan keadaan yang memilukan.
Berita Terkait : Tahanan Polda Jambi Sebelum Tewas, Kenapa Ada Perban dan Mata Bengkak?
Berita Terkait : Geger, Tahanan Narkoba Polda Jambi Tewas, Akibat Kekerasan?
“Malam kesepuluh pasca di tangkap, saya ditelepon bilang bahwa kondisi Ripan mulai parah, dan bilang Ripan sudah meninggal.” bebernya sambil menghapus air mata.
Ia pun merasa tidak kuasa, dengan apa yang menimpa anaknya tersebut. Selain ikhlas, mereka hanya bisa berdoa agar Tuhan membalas apa yang sudah terjadi dengan anaknya.
“Itu kelihatan habis dipukul, sampai dimandikan kemarin pun bekas biru-biru di badannya masih ada kok,” ungkapnya. (Red)
