TANJABBAR – Tahun ajaran baru, saat beberapa wali murid mengantarkan anaknya ke sekolah, tempat pencuci tangan di SMP 2 Kuala Tungkal tak berfungsi. Hal ini lantaran tidak disediakannya air.
Diketahui, sejumlah wali murid di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), terpantau melakukan kunjungan ke sekolah. Tepatnya di hari pertama pelaksanaan tahun ajaran baru, Senin (13/7/20).
Baca juga : Ini 5 Provinsi Termasuk Jambi, Nihil Pembahasan Kasus Covid-19
Kondisi ini terpantau di SMP 2 Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar.
Beberapa wali murid terlihat membawa anaknya, untuk melakukan proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini seluruh wali murid diminta, untuk mencatat nomor Whatsapp. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam pelaksanaan proses belajar, melalui di rumah atau dengan sistem daring.
Sesuai dengan aturan yang ada, bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjabbar masih tetap memberlakukan belajar, dari rumah bagi seluruh siswa.
Namun di hari pertama pelaksanaan tahun ajaran baru ini, terlihat tempat pencuci tangan di SMP 2 Kuala Tungkal tak berfungsi. Sehingga tidak bisa digunakan, dengan maksimal oleh para wali murid.
Selain itu setidaknya, ada dua Westafel yang disediakan oleh pihak sekolah, namun tidak berfungsi.
Meskipun, memang pihak sekolah sudah menyediakan sabun cuci tangan, namun tidak bisa digunakan. Hal ini lantaran tidak ada air pembilasnya.
Tak hanya itu, pada saat masuk ke dalam gedung sekolah juga tidak ada pemeriksaan suhu tubuh, dari petugas yang ada di sekolah.
Sebagaimana yang diketahui, hanya sejumlah petugas sekolah yang melakukan pencatatan nomor WhatsApp wali murid, saat mereka datang.
Belum maksimalnya melakukan atau menerapkan protokol kesehatan di sekolah ini, seketika berubah. Dimna saat Tim Pelangi Polres Tanjabbar, melakukan kegiatan kunjungan.
Berdasarkan arahan dari Tim Pelangi Polres Tanjabbar, baru lah petugas sekolah menyediakan tempat cuci tangan, dengan menggunakan galon.
Sejalan dengan itu, pihak petugas juga melakukan pengecekan suhu tubuh, terhadap orang yang masuk ke lingkungan sekolah.
Termasuk juga Tim Pelangi Polres Tanjabbar memberikan masker, kepada sejumlah siswa yang tidak memakainya dalam lingkungan sekolah.
“Jadi hari ini kita lakukan kunjungan ke sekolah, untuk menghimbau kepada sekolah-sekolah tetap melaksanakan protokol kesehatan di sekolah. Apalagi, saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru,” himbau Ipda Nuri, sebagai Ketua Tim II Pelangi Polres Tanjabbar.
Tanggapan Plt Kepala Sekolah
Menanggapi hal tersebut Plt Kepala Sekolah SMP 2 Tanjab Barat, Pauzan Najri menyebutkan terkait soal tidak berfungsinya dua westafel cuci tangan tersebut, lantaran pompa air yang sedang bermasalah.
“Iya kita ada dua westafel yang kita sediakan, itu sebenarnya sudah berfungsi. Hanya hari ini air dari pompa itu mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa isi tapmon kami. Biasanya hari-hari biasa air mengalir. Jadi ini kita antisipasi dengan menggunakan galon,” sebutnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Sementara itu, soal pengecekan suhu memang tak dilakukan, karena tidak ada aktivitas dan agenda sekolah.
“Sebenarnya petugas ini ada, satu dari security dan satu dari penjaga sekolah. Hanya saja hari ini tidak ada aktivitas. Kalau seperti kemarin ada penerimaan PPDB itu, kita lakukan pengecekan,” jelasnya. (Hry)
