KOTA JAMBI – Setelah menuia polemik pekerjaan perombakan Tugu Monas menjadi Tugu Keris Siginjai yang di lakukan oleh Pemerintah Kota Jambi, Kamis (20/7) sejumlah massa gabungan seniman dan aktifis, memadati bundaran Tugu Monas di kawasan Kotabaru itu.
Massa yang berjumlah sekitar lima puluh orang yang mengatasnamakan masyarakat asli Jambi itu meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membatalkan pengerjaan yang menghabiskan uang negara senilai Rp 3,5 Milyar tersebut.

Dikatakan Aswan Hidayat, warga Jambi, dirinya menolak keras atas rencana pemerintah tersebut. Pasalnya dalam proses perencanaan kegiatan yang menyedot anggaran milyaran itu tanpa melalui uji publik.
“Saya menolak pembongkaran tugu monas, karena akan menghilangkan bentuk peninggalan Walikota Jambi terdahulu,” ujarnya.
Selain itu, harusnya pemerintah sebelum melakukan perencanaan kegiatan itu melibatkan unsur masyarakat asli, pihak keluarga Walikota terdahulu, tokoh adat dan budaya, nenek mamak tua tenganai Jambi untuk duduk bersama terkait perencanaan itu.
“Saya setuju pembangunan tugu Keris Siginjai itu, tapi tidak di lokasi yang sekarang. Silahkan cari lokasi yang lain,” tegasnya.
TEMPUH JALUR HUKUM
Tambahnya, apabila pekerjaan itu tetap dilaksanakan, para pendemo akan melakukan penyegelan dilokasi pengerjaan. Tidak hanya itu, aksi dari gabungan seniman dan aktifis bakal menempuh upaya hukum terhadap Pemkot. Pasalnya pekerjaan yang tidak memenuhi unsur admistrasi itu seperti uji publik.(one)
