MERANGIN – Buruknya penanganan Covid-19 di Kabupaten Merangin, viral dan bikin heboh pekan ini. Anggaran puluhan milyar pun jadi pertanyaan.
Dimulai dari posko perbatasan yang disorot publik setelah rekaman bupati datangi tempat itu, ternyata tak sesuai harapan. Belum lagi, gelontoran 28,3 Milyar yang disiapkan untuk penanganan virus tersebut.
Dimana diantarannya, untuk pos pemantauan dan uang saku para petugas.
Dedi Aswida, warga Waskita membeberkan bila posko II Covid-19 di perbatasan Merangin-Sarolangun kosong. Para petugas, berada di posko sebelahnya.
“Posko induk dak boleh kosong. Ini malah kosong,” katanya.
Ada sekitar 30 menit, Dedi dan rekannya Iqbal warga Sungai Manau mendatangi tempat itu. Tak ada penghentian kendaraan sebagaimana standarnya.
Iqbal menyayangkan, di Pos Pemantauan Covid-19 itu juga tidak tersedia alat pengukur suhu tubuh dan rapid test kid. Padahal, alat itu sebagai langkah awal untuk memutus mata rantai penyebaran corona.
Iqbal dikutip Dinamikajambi.com dari Kajanglako menjelaskan, di pemberitaan sangat viral saat Bupati Merangin sidak setiap pos pemantauan. Ketika sidak tersebut, peralatan sangat lengkap, namun saat dirinya berhenti di pos, alat itu sudah tidak ada lagi.
“Apakah hanya pas sidak pak bupati saja alatnya ada?,” tanya Iqbal dilansir KJ
Sebelumnya, Izhar Majid, anggota DPRD Provinsi juga mendesak perlengkapan peralatan dan pengamanan di posko.
Tak hanya persoalan posko, penanganan Covid-19 di Merangin juga disorot pada pasien PDP yang tak dapat makan. Publik langsung soroti anggaran.
“Kemana anggaran yang ada?” tulis warga.
Baca Juga : Ketua DPRD Sungai Penuh Tinjau Posko COVID-19
Dikonfirmasi hal ini, Direktur Rumah Sakit Umum Kol Abundjani, Dr Berman Saragih mengatakan terdapat keterlambatan saat memberikan makan.
“Tadi hujan. Jadi agak terlambat petugasnya datang ke rumah sakit memberi makan. Ya sekitar setengah jam terlambat,” kata Berman, Minggu (12/04/2020)
Ditanya apakah pasien hari ini tidak diberikan makan? Berman mengatakan bahwa, sebelumnya sudah diberi makan pada pagi hari.
“Sudah. Tadi pagi jam 7 dikasih,” katanya.
