SUNGAI PENUH – Setelah diberlakunya Lockdown di beberapa daerah di indonesia, banyak warga Koto Baru Sungai Penuh yang merantau di luar daerah, yang terpaksa mudik karena butuh perhatian.
Hal ini dilakukan karena kebijakan pemerintah, untuk meminimalisir korban positif COVID-19. Salah satunya warga Kecamatan Koto Baru, Kota Sungai Penuh, misalnya yang mayoritas adalah pedagang keliling di luar daerah.
Baca juga : Setuju Lockdown, Bupati Siap Batalkan Proyek Untuk Logistik
Baca juga : Segera Lockdown Jambi, Ini 5 Saran Mantan Ketum HMI
Baca juga : Bantu Tangani Corona, Dewan Provinsi Sumbangan Sukarela
Informasi yang diperoleh media Dinamikajambi.com saat dikonfirmasi, salah seorang pedagang Sekaligus Toko Pemuda Kecamatan Koto Baru, Desrial (43), yang berada di Kalimantan Barat Pontianak via telpon, Minggu (30/03/2020).
Ia mengatakan, bahwa mereka mulai kesulitan melakukan kegiatan perdagangan keliling, roda perekonomian masyarakat lumpuh total.
“Dan semua toko tutup, ditambah lagi adanya penyisiran pendatang oleh petugas pemerintah setempat.” Katanya.
Tentunya, hal ini disebabkan kurangnya pembeli, sehingga kebutuhan sehari-hari mereka pun tidak tercukupi.
Lihat juga video : Walikota Jambi Semprot Kantor Gubernur
Baca juga : Semprot Kantor Gubernur, Fasha : Semua Yang di Kota Jambi, Tanggung Jawab Walikota
Untuk itu, mereka berharap kepada empat anggota DPRD, selaku anak jantan Kecamatan Koto Baru, agar dapat membantu.
“Khusunya dan Pemerintah Kota Sungai Penuh, agar memperhatikkan. Serta memberi solusi,” pungkasnya. (Jul)
