JAKARTA – Tak ingin banyak perawat berguguran, karena menangani pasien Virus Corona. PPNI Minta pemerintah lengkapi alat pelindung, bagi para medis tersebut.
Hal ini disampaikan Dewan Pimpinan, Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Baca juga : Aktivitas Belajar Mengajar Dihentikan, Rektor UIN Jambi Instruksikan Sistem Online
Dikutip dari Pojoksatu.id Ia menyebut, sebanyak empat perawat yang dimasukkan terjangkit virus Corona, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).
Sementara itu, 10 orang lain berstatus orang dalam keterlibatan (ODP) akibat wabah corona, yang kian luas di Indonesia.
Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadilah mengatakan, hingga saat ini laporan yang dapat di DKI Jakarta, adalah satu dari empat PDP meninggal.
Baca juga : Digrebek Karena Transaksi Narkoba, Ibu dan Anak Kedapatan Intim
Baca juga : Pemkot Lakukan Upaya Maksimal Pencegahan Corona Virus
“Sementara melaporkan dari teman-teman DKI 4 PDP (termasuk 1 yang sudah meninggal) dan ada 10 OPD, perawat,” ucap Harif Fadilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3).
Dengan demikian, Harif sangat berharap untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk memenuhi harapan mereka.
Pertama, PPNI berharap agar Pemerintah melengkapi alat pelindung diri (APD) untuk para medis, yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi pasien Corona.
Baca juga :
Baca juga : Akui Takut Virus Corona, Gloria : Jangan Pegang Muka
“Jika kita mau perang, senjata dan alat harus lengkap, yaitu APD dan kecukupan tenaga dalam pelayanan, jika tidak (mau) mati saja,” katanya.
Selain itu, PPNI meminta agar pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan untuk memberikan tambahan nutrisi makanan dan suplemen vitamin untuk ketahanan daya tahan tubuh para tim medis.
“Sudah termasuk istirahat yang cukup,” terangnya.
Tak hanya itu, juga minta pemerintah para beri apresiasi dan dukungan bagi tim medis, yang terkait langsung dengan para pasien yang diduga corona masih ODP, PDP juga positif Corona.
“Dukungan moril dan apresiasi untuk meningkatkan motivasi, dan daya juang melawan virus,” pungkasnya. (*)
