Oprit Jembatan 16 M Belum Diperbaiki, Dewan Desak Pemprov Jambi

TANJABBAR – Kondisi patah Oprit Jembatan Sugeng di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini semakin mengkuatirkan. Dewan desak Pemerintah Provinsi Jambi, segera melakukan perbaikan.

Pasalnya, Kendaraan yang melewati khususnya Kendaraan roda empat. Mulai sulit saat melintas di lokasi, dikarenakan posisi Oprit jembatan sudah membahayakan dan mulai mengancam keselamatan.

“Kendaraan kita sering nyangkut, dikarena Oprit nya sudah turun.” Ujar Iwan sang pengendara.

Baca juga : Proyek PU Provinsi Tak Terurus, Jembatan 16 Milyar Di Tanjabbar Terbuang Sia-sia

Baca juga : Belum Dilewati, Jembatan 16 Milyar PU Sudah Retak

Baca juga : Jembatan 16 M di Tanjabbar, Rugikan Masyarakat

Baca juga : Cek Jembatan 16 M, Dewan Minta Yang Rusak Segera Diperbaiki

Pantauan media ini, Jembatan Sugeng yang dibangun pada tahun 2019 lalu ini, bagian Opritnya sudah patah sejak proses pembangunan. Namun sampai saat ini, belum terlihat adanya perbaikan dari pihak rekanan maupun dinas PUPR Provinsi Jambi.

Padahal, beberapa waktu lalu, Dewan Provinsi Jambi telah turun dengan mengecek mutu dari perkerjaan ini. Bakan mereka juga meminta agar kerusakan pada oprit jembatan ini diperbaiki, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Namun, pekerjaan proyek yang dikerjakan PT Wijaya Kesuma Mandiri bersumber dari dana APBD Provinsi dengan dana sebesar Rp.16 Milyar ini, tak kunjung diperbaiki hingga saat ini.

Dewan Angkat Bicara

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Tanjabbar Mulyani Siregar ikut angkat bicara. Ia dengan tegas meminta dinas terkait PUPR Provinsi Jambi, agar serius untuk memperbaiki kondisi jembatan, yang berlokasi di Kecamatan Bram Itam ini.

“Saya minta dinas PUPR provinsi jambi, lebih serius untuk memperbaiki oprit yang rusak tersebut. Yang menjadi keluhan bagi masyarakat selama ini,” katanya, Minggu (8/3/20).

Kata Mulyani, kondisi Oprit jembatan Sugeng ini, memang sangat mengkuatirkan dan membahayakan.

“Bukan masyarakat saja yang sulit ketika melintas di lokasi, saya pun lewat situ sangat sulit. Walaupun kendaraan saya ini tinggi,” ungkapnya.

Lihat juga video : Dewan Tinjau Pasar, Ini Tanggapan Perwakilan Pengurus

“Saya berharap itu di selesaikan, jangan hanya cuma janji-janji saja. Minta Pemprov Jambi segera menyelesaikan masalah ini. Karena kalau sudah selesai, saya yakin kita dapat dampak ekonominya secara positif,” lugasnya.

Selain itu, politisi PDIP juga menyinggung insfratruktur di Tanjabbar, yang masih menjadi wewenang propinsi belum terselesaikan.

“Banyak juga jalan jalan provinsi yang ado di Tanjabbar sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan, kita minta supaya di clear kan.” Pintanya.

Ia menyebutkan, Tanjung Jabung Barat merupakan Kabupaten penghasil migas terbesar di provinsi Jambi. Dana Bagi Hasil (DBH) bukan sedikit DBH yang terserap bagi Provinsi Jambi.

“Kalau dihitung ratusan miliar, kalau bisa kembalikan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dari pihak kito ke Tanjabbar, bisa terselesaikan insfratruktur yang ada.” Tutupnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033