Jembatan 16 M di Tanjabbar, Rugikan Masyarakat

Jembatan 16 M di Tanjabbar, Rugikan Masyarakat

Berita Daerah Berita Viral Tanjab Barat

TANJABBAR – Jembatan Sugeng senilai Rp. 16 Milyar di Kabupaten Tanjabbar, yang hingga saat ini belum difungsikan, membuat masyarakat setempat mengeluh karena merasa dirugikan.

Bagaiamna tidak, saat ini semua kendaraan yang akan melintas antar Kecamatan, terpaksa menggunakan jembatan darurat, yang hanya terbuat dari bahan kayu dan batang kelapa seadanya.

Sejak adanya pembangunan Jembatan Sugeng, akses darurat ini menjadi arternatif masyarakat setempat untuk membawa hasil pertanian mereka.

Apabila ingin melewati jembatan ini, tentu ekstra hati-hati, khususnya bagi kendaraan bertonase.

Pasalnya, jembatan darurat tersebut hanya sanggup menahan beban kendaraan tidak lebih dari 5 ton.

Tentu saja dengan terbatasnya kendaraan membawa hasil pertanian, membuat masyarakat setempat yang rata-rata mempunyai perkebunan kelapa sawit, merasa dirugikan.

Baca juga : Belum Dilewati, Jembatan 16 Milyar PU Sudah Retak

Baca juga : Polemik Jembatan Sugeng, Dewan Akan Tinjau Proyek 16 Milyar PU di Tanjabbar

Baca juga : Proyek PU Provinsi Tak Terurus, Jembatan 16 Milyar Di Tanjabbar Terbuang Sia-sia

Seperti yang disampaikan Mukholik salah satu setempat, yang merasa dirugikan akibat jembatan Sugeng belum boleh di lewati sampai saat ini.

Ia menjelaskan, biasanya masyarakat membawa hasil kebun sawitnya sebanyak 10 hingga 20 ton secara langsung.

Berbeda dengan saat ini, muatan mereka terbatas, dan hanya bisa membawa maksimal 5 ton. Tak ayal, hal ini pun menjadi keluhan oleh masyarakat di Tanjabbar.

“Di satu sisi kita sebagai petani jelas sangat merugikan. Karena Jembatan Sugeng belum bisa fungsikan dan di lewati,” ungkapnya, Minggu (26/01/2020).

“Apa lagi yang di tunggu, padahal coran itu sudah satu bulan, sudah tujuh bulan kami menunggu siap nya jembatan ini. Mau berapa lama lagi mau di fungsikan,” keluhnya.

Ia menyebut, kondisi jembatan darurat saat ini sudah sangat mengkhawatirkan untuk dilalui kendaraan roda empat.

“Jembatan darurat kondisinya sudah tidak jelas lagi. Apalagi sekarang ada yang ngutip biaya lewat di Jembatan darurat tersebut,” terangnya.(hry)

 

Lihat video viral Virus Corona : Klik Disini