TEBO – SMA Negeri 1 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi menggelar pameran seni rupa dan pelatihan Teknis Stempel, dari hasil karya limbah buku bekas dan plastik.
Pameran yang digelar selama 3 hari, dimulai pada Senin kemarin (18/11/2019) ini, dihari oleh para kepala sekolah di lingkungan Kabupaten Tebo, Koramil, pengawasan pembina SMA, dan masyarakat umum lainnya.
Selain itu, acara ini juga digelar dalam rangka memberikan apresiasi kepada kelas VII, dan khusus untuk ekstrakulikuler seni karya dengan menampilkan sebanyak 35 buah seni rupa, yang terdiri dari patung dan bunga dinding.
Pada hari pertama diisi oleh peserta dari sekolah dasar sekitar, yang langsung dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan melukis dengan teknik sederhana oleh para mentor yang sudah di konsepkan. Seterusnya, hari kedua baru SMP dan SMA sederajat hingga penutupan.
Dikatakan Emi Reli, S. Pd selaku epala sekolah dan di bawah binaan bapak Vovvy Z, S.Pd bahwa dalam proses pembuatan karya tersebut, banyak manfaat yang dapat diperoleh para siswa dalam menambah wawasan mereka di bidang kesenian.
“Kita ketahui dalam kegiatan ini banyak sekali hal yang bermanfaat, mulai dari keterbaharuan kegiatan di daerah ini dan kekhasannya dalam pemeran karya berbahan limbah.” Kata Emi.
Selanjutnya, kegiatan ini juga menjadi keunggulan utama yang menarik bagi pengunjung, untuk di lihat dan diperbincangkan, baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
“Hal menarik lainnya kita dapatkan pada keseruan anak-anak mengikuti pelatihan melukis, dengan teknik stempel yang diadakan oleh panitia dalam rangkaian acara.” Ujarnya.
Oleh karena itu, Kepsek SMAN 1 itu berharap kegiatan ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat dan sekolah sekitar kedepannya, sehingga akan lebih banyak lagi karya yang diciptakan dari bahan bekas yang dapat menjadi manfaat tersendiri nantinya.
“Besar harapan kami dari sekolah dan seluruh panitia khususnya, kegiatan ini dapat menjadi acuan dan juga contoh kedepannya untuk masyarakat sekitar dan sekolah lain kedepannya.” Imbuhnya.
Meski demikian, sangat disayangkan sekali pergelaran pameran yang didatangi oleh sekitar 350 pengunjung setiap harinya itu, tak diketahui oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga, bentuk dukungan pun tidak dirasak oleh pihak sekolah.
“Tapi ada hal yang kita juga sama-sama ketahui, bawah kegiatan ini belum diketahui oleh pemerintah daerah, sehingga tidak lah mendapatkan dukungan sepenuhnya untuk kegiatan tersebut.
Padahal kegiatan ini sangat baik dan menarik untuk dikunjungi. Serta dapat menambah pendapatan daerah, lewat pemasaran dari hasil karya seni rupa yang tersebut.
“Karena mampu memberikan kontribusi terhadap permasalahan limbah sederhana di lingkungan hidup, dan memiliki nilai seni yang sangat tinggi, serta juga bernilai ekonomis.” bebernya. (*/Red)
