JAMBI – Popularitas Asafri Jaya Bakri (AJB) di Kerinci, terutama Kota Sungai Penuh memang tak diragukan lagi. Ditambahkan lagi, dengan menjadi Walikota 2 periode di tanah penghasil Kopi terbaik itu, adalah sebuah bukti nyata bahwa dirinya pantas untuk diperhitungkan.
Apabila AJB memiliki kesempatan maju di Pilgub Jambi mendatang, tidak menutup kemungkinan suara masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh menjadi modal utama baginya untuk meraih kemenangan merebut BH 1 Provinsi Jambi tersebut.
Namun, belakangan ini tampaknya popularitas Walikota Sungai Penuh itu bisa saja terancam, mengingat munculnya nama Ramli Taha yang tak lain adalah warga Kabupaten Kerinci di Bursa Bacakada Pilgub Jambi, berkemungkinan akan memecahkan suara pilih diantara keduanya.
Seperti yang disampaikan Bahren Nurdin, selaku Pengamat Politik Jambi kemungkinan suara pilih di Sungai Penuh dan Kerinci akan terpecah, mengingat masyarakat memiliki 2 pilihan untuk bakal calon Kandidat di Pilgub Jambi mendatang.
Tidak hanya itu, di Sungai Penuh sendiri diyakini bahwa tidak semua masyarakat setempat berpihak kepada AJB. Nah hal itu menjadi kemungkinan akan berpindah kepada Ramli Taha.
“Kalau pecah, pasti pecah. Mengingate kedudukan Ramli Taha sebagai Presiden Himpunan Keluarga Kerinci Indonesia (HKKI) pun, juga sangat berpengaruh. Ditambah lagi, yang di sungai penuh saya yakin, tidak semuanya berpihak kepada AJB. Jadi disitulah nanti suara itu akan beralih kepada Ramli Taha.” Kata Bahren pada Dinamikajambi.com melalui selulernya, Kamis (23/10/2019) sore.
Meski demikian, Bahren menyebut pecahnya suara di Kerinci dan Sungai Penuh bukanlah masalah bagi kedua bakal kandidat, mengingat Pilgub bukan berbicara tentang kedua daerah tersebut, melainkan persoalan Provinsi Jambi.
“Itu kan hanya di Sungai Penuh dan Kerinci. Ini Pilgub persoalan Provinsi Jambi. Tergantung bagaimana nanti mereka mensosialisasikan diri kepada masyarakat di Kabupaten lain, yang ada di Provinsi Jambi.” Pungkasnya. (Nrs)
