MUARO JAMBI – Bupati Muaro Jambi, Hj. Masnah Busro, Sabtu (31/8/2019) menghadiri undangan warga Desa Arang – arang, Kecamatan Kumpeh dalam rangka panen ikan atau disebut bekarang di Lubuk Larangan. Tradisi panen ikan ini, digelar setiap tahun sekali.
Mengenakan kemeja berwarna biru dan jilbab putih, bupati turun langsung menangkap ikan. Tak ketinggalan, Ia naik ke perahu warga. Ada ikan toman dan gabus di lubuk ini dengan ukuran besar.
“Paling kecil 2 kilo. Paling besar 7 kilo,” ungkap bupati memperlihatkan ikan bersama ibu-ibu.

Bilang bupati, tradisi ini diharapkan dapat terus dipertahankan. Selain untuk pelestarian lingkungan, tentunya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian.
“Sangat berkesan. Kita harapkan ke depan, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” bilangnya pada kegiatan yang ikut dihadiri Kapolres Muaro Jambi.
Berita Terkait : Petani Kaget, Yang Ikut Panen Padi Itu Ternyata Bupati
Tradisi bekarang ini merupakan salah satu tempat yang terbilang luas. Ada 3 kawasan yang disebutkan danau dengan luas 7 hektar itu oleh redaksi MJN di Rina Katana Blogspot
Dua kawasan bebas dimanfaatkan warga sekitar dan satu kawasan terlarang yang pemanfaatannya hanya diperbolehkan setahun sekali. “Ikannya diambil bersama-sama, dan hasilnya untuk kas desa,” sebut warga.
Konon hasil penjualan ikan di kawasan terlarang tersebut bisa mencapai Rp 90 juta per tahun. Potensi air Danau Arang-arang merupakan yang terbesar dan terluas di Muarojambi. Danau itu cocok untuk pengembangan budidaya ikan air tawar, untuk peningkatan gizi keluarga dan salah satu sumber pendapatan daerah. (Erw)
