PAMENANG – Warga protes praktik prostitusi yang diduga semakin marak di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Tak main-main, warga ancam bakar tempat diduga warung remang-remang jika masih berlangsung praktik mesum itu.
Abdul Salam, tokoh masyarakat Pamenang mengungkapkan kekesalannya atas perbuatan maksiat yang didapatkan informasinya dari warga itu.
“Kami minta, jangan ada lagi tempat maksiat di Pamenang ini. Ini bahaya. Kami minta segera ditutup,” ungkap Salam, Kamis (04/07/2019) siang.
Bilang Salam, warga sudah mengingatkan akan bisnis lendir yang diduga berlangsung di rumah makan Saudaro Kito. Baik pada lembaga adat, camat hingga polisi.
“Silahkan rumah makan buka. Kami tidak akan melarang. Tapi kalau masih ada maksiat, kami sudah peringatkan, tidak di indahkan, biar kami selesaikan dengan cara kami sendiri. Bakar,” kata Salam.
Bukan apa-apa, Pamenang terkenal keras dengan anti prostitusi. Sekitar tahun 2000 lalu, tempat mesum di Ken Alip, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang dibakar massa.
“Saat itu, habis ngaji, warga langsung kesana. Bakar,” bilang Alip, warga pasar Pamenang.
Sementara penelusuran DinamikaJambi, tempat mesum tersebut berada di 2 tempat. Polsek Pamenang, sudah menertibkan tempat tersebut. 4 orang, dibawa ke Mapolsek termasuk pemilik. (Erw)
