JAMBI – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, memasuki tahapan kampanye. Di Pemilihan Bupati (Pilbup) Muaro Jambi 2017, pengamat menilai peranan Kepala Desa (Kades) masih vital. Malah, Kades disebut bakal memanfaatkan moment Pilbup ini.
Hal ini dikatakan Mochammad Farisi dari Universitas Jambi (Unja). Dosen Fisipol ini mengatakan, Kades bakal mengkondisikan suara masyarakat untuk diarahkan pada kandidat tertentu. Kepentingan masyarakat desa menjadi latar dari hal ini.
“Masih bisa mengkondisikan suara warga untuk kandidat. Sepanjang yang menjadi negosiasi itu menjadi kepentingan masyarakat desanya. Misalnya, jalan desa yang rusak parah. Mereka meminta jalan untuk diperbaiki,” papar Farisi
Dosen yang aktif menulis ini mengatakan, dukungan ini juga melibatkan Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) untuk memperkuat dukungan. Kata Farisi, desa seakan harus memanfaatkan moment ini.
Farisi menilai, dukungan ini tidak melanggar peraturan. Bilangnya, dukungan ini sebagai bagian dari kemerdekaan individu dan dipengaruhi tingkat kepemilihan. Kepentingan bersama menjadi nilai penting.
“One man one vote. Semua orang memiliki kemerdekaan individu. Masyarakat memiliki tingkat kepemilihan berbeda. Orang memilih dari kedaerahan. Orang memilih dari Psikologis. Pragmatis, siapa yang bisa membantu. Dan terakhir, rasional. Nah, yang pragmatis ini di detik terakhir. Namun disini, nilai ini dalam bentuk kepentingan bersama,” bebernya.
“Moment ini mengarahkan muaro jambi 5 tahun ke depan. Kalau kita salah memilih, kita akan merasakan dampak 5 tahun ke depan. Untuk itu, mereka mengundang kandidat. Apa yang dibutuhkan dan ditawarkan kandidat,” sambungnya.
Untuk dukungan ini sendiri, Farisi menyebutkan akan adanya kontrak politik. Dari semua penawaran dari kandidat ini, bisa jadi dikembalikan ke BPD. Untuk mempertimbangkan pilihan dari tawaran yang ada.
