JAKARTA – Permasalahan defisit anggaran yang dihadapi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, cukup berdampak pada roda pemerintahan. Terkait hal ini, Gubernur Jambi, H. Zumi Zola Zulkifli,STP,MA hari ini mendapat wejangan dari pemerintah pusat.
Zola menghadiri 2 (dua) acara di Istana Negara Jakarta dan Kantor Kementerian Keuangan R.I. Orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu diminta mengantisipasi dan efesiensi anggaran.
“Tadi pagi kita telah menerima arahan dari Bapak Presiden, Joko Widodo, siang ini dari ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pada intinya agar kita Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, juga Kementerian terhadap defisit dan juga tundas alur yang pastinya akan berimbas pada program pembangunan yang ada didaerah. Tentu agar kita bisa lebih bijak, lebih cerdik untuk dapat mengantisipasi ini,” papar Zola.
Bilangnya, efisiensi anggaran berlangsung pada kebijkan yang dianggap tidak langsung berimbas kepada masyarakat. Misalkan jambi sudah mengambil keputusan kebijakan untuk memangkas perjalanan dinas, pengadaan, ATK, dan juga memangkas anggaran proyek yang belum dilaksanakan. Sementara sebaliknya, untuk yang bersentuhan dengan masyarakat, tetap diprioritaskan.
“Akan tetapi, walaupun defisit, kita harus tetap melaksanakan dan memprioritaskan semua hal kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, misalnya pendidikan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Gubernur berharap 2017 akan lebih baik daripada sekarang. “Tadi juga kita tanyakan kepada ibu menteri keuangan, jika ada tundas alur itu kapan, kalau ditundakan harus tau itu kapan, supaya kita tau mengatur keuangannya itu seperti apa, supaya sehat dan tetap stabil kondisinya, walau kita tau untuk saat ini kondisinya tidak mudah,” sambungnya.
Menyinggung soal PON Jawa Barat, Gubernur menyampaikan dukungan dan apresiasinya. Dia berharap, raihan medali saat ini bisa terus meningkat. Ia juga berharap, keterbatasan anggaran terlebih defisit saat ini, program olahraga tetap memiliki pertimbangan.
“Pada hakekatnya kita ingin memperbaiki seluruhnya, tapi dengan keterbatasan dana ini, kita akan melihat hasil PON ini untuk kita pertimbangkan mengutamakan perbaikan fasilitas latihan untuk cabang2 olahraga yang telah mendulang prestasi terlebih dahulu.” tandasnya (Hmspemprov)
