Terus Turun, Salam : Ini Persoalan 65 persen Rakyat Jambi

BANGKO – Tak kunjung membaiknya harga komoditi utama Provinsi Jambi, karet, membuat Abdul Salam gelisah. Bagaimana tidak, harga jual perkebunan ini sudah tidak lagi mampu mencukupi kehidupan mayoritas masyarakat Jambi. Dewan di DPRD Provinsi Jambi itu angkat bicara.

“Harga karet sudah sangat mengkhawatirkan. Pemerintah harus cepat tanggap. Ini persoalan 65 persen rakyat Jambi yang mengantungkan hidup pada hasil perkebunan,” tegas politisi Partai Hanura itu kepada dinamikajambi.com

Tak hanya itu, sambung Salam, selain menghadapi kesulitan ekonomi dan biaya hidup yang semakin tinggi, masyarakat kini dihadapi pada musim penghujan yang tentunya berdampak pada hasil perkebunan itu.

Kondisi ini, tambah ayah Atika Saputri itu, bukan tak mungkin memicu kriminalitas. Pasalnya, tekanan kebutuhan hidup bisa saja memaksa orang untuk mengambil jalan singkat.

“Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Berikan solusi dan alternatif,” tegasnya.

Sementara itu, harga karet sendiri berkisar Rp 6-7 ribu perkilo. Harga jual ini masih jauh dari harapan dan kebutuhan petani sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page