JAMBI – Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG), bekerja sama dengan Media Online Dinamikajambi.com, Minggu (28/10) siang menggelar seminar anti hoax. Bertempat di Kantor Camat Kecamatan Sungai Gelam, puluhan mahasiswa, Banser serta tamu undangan mengikuti acara tersebut.
Pada seminar ini, mereka melakukan pemaparan hoax dan berita hoax yang perlu diwaspadai. Terlebih, semakin dekatnya perhelatan politik, Pilpres dan Pileg 2019.

Kasat Binmas Polres Muaro Jambi, Iptu Haris Fahrizal yang turun langsung memberi materi, mengajak warga Sungai Gelam untuk berhati hati dalam mengunakan media sosial.
“Sekarang kita meski hati-hati dalam menggunakan media sosial, karena ini semua sudah diatur dalam undang-undang ITE,” bilangnya.
Lebih lanjut, dijelaskannya juga bahwa pihak kepolisian itu sendiri, punya cyber sendiri untuk memantau setiap kegiatan di media sosial. Baik terhadap informasi, atau pun sosial lainnya.
“Kita di Polri ini ada cybernya, mereka akan memantau kegiatan di media sosial. Misalnya ada berita-berita, kita cek beritanya, itu sesuai atau tidak. Judulnya kita cek, apakah mengandung provokatif atau tidak,” bilangnya.
Untuk itu, dirinya menghimbau seluruh pengguna media sosial, untuk lebih bijak lagi. Apalagi sekarang lagi di kondisi pemilu. Dimana, banyak berkembang informasi yang belum tentu kebenarannya, namun menjadi perhatian publik. Ia menyebutkan pada kasus Ratna Sarumpaet hingga serangan hoax pada Kapolri.
“Bijaklah kita dalam menggunakan media sosial, kemudian himbau keluarga kita untuk lebih hati-hati dalam menggunakannya. Kemudian mari kita sukseskan pemilu 2019 ini. Kita ciptakan pemilu yang aman dan damai,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Fathuri Rachman, anggota DPRD Muaro Jambi yang turut dalam kegiatan. Bilangnya, seminar seperti ini sangat bermanfaat. Memberikan pembelajaran dan pengetahuan.
Fathur tak mau, berita hoax menganggu laju perkembangan Kecamatan Sungai Gelam. Apalagi, di wilayah ini terdapat berbagai suku, ras dan agama.
“Kita jangan sampai tidak aman gara-gara hoax ini. Untuk membangun daerah itu, salah satu kuncinya adalah keamanan. Kalau kita sudah saling benci gara-gara hoax, sudah susah itu,” bilang Ketua Komisi A itu.
Sebagai penguna media sosial aktif, Fathur pun merasa geram dengan hoax yang meresahkan jagat dunia maya. Ia berharap, dengan agenda seperti ini, dapat meredam peredaran berita bohong alias hoax.
(Win/Nrs).
