Jasasila Pertanyakan Pemberhentian Dari Demokrat

 

JAMBI- Paska pemberhentian 3 kader Demokrat Jambi, suhu politik di internal tubuh Partai Demokrat nampaknya semakin memanas. Belum adanya titik terang pada pemberhentian dari Ketua DPC Muaro Jambi, Burhanudin Mahir, Rahima, anggota dewan DPRD Provinsi Jambi serta Jasasila, Ketua DPC Batanghari memicu berbagai spekulasi kepentingan. Alasan tak loyal terhadap partai pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember lalu dinilai aneh.

Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kader yang di pecat dari partai besutan Soesilo Bambang Yudhoyono. Salah satunya yang disampaikan Jasasila. Jasasila merasa dalam masa kepemimpinan Ketua Cabang Demokrat Batanghari tidak melakukan kesalahan.

“Selama ini saya patuhi aturan partai dan tidak pernah melakukan kesalahan, bahkan loyal,” aku Jasasila saat di konfirmasi, Jumat (29/1) di Shang Ratu Hotel.

Ia menegaskan, keputusan yang diambil DPD Demokrat ini bukan karena permasalah Pilkada 9 Desember lalu. Melainkan, ada kepentingan dengan menghadapi Musda Demokrat yang akan digelar

“Ini bukan karena Pilkada, tetapi karena kepentingan Musda Demokrat,” ujarnya.

“Segala sesuatunya kan ada mekanismenya kan. Lagi pula sejauh ini saya belum mengetahui surat pemberhentian dari Demokrat,” sambungnya.

Lebih lanjut disampaikan, pertanyaan lain disebutkan Jasasila soal pemberhentian ini juga belum jelas. Pasalnya, statusnya di Partai Demokrat ada 2 posisi yang di amanatkan padanya. Apakah pemberhentian pada kepemimpinannya di jabatan Ketua DPC, atau pada status kader.

“Pemberhentiannya juga kan belum jelas. Apa di berhentikan dari jabatan Ketua DPC, atau dari Kader Demokrat,” jelasnya.

Ia juga mengisahkan hal serupa yang terjadi beberapa waktu tentang pemecatan tentang dirinya. Namun setelah itu permasalah itu tidak ada.

“Dulu pernah juga saya diberitakan di berhentikan dari Demokrat. Tapi setelah itu gak ada apa- apa. Saya masih menjabat,” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *