JAMBI – Pemerintahan Jambi Tuntas tampaknya menunjukkan keseriusannya pada komoditi karet sebagai unggulan Provinsi Jambi. Lewat strategi ini, Zola perkuat harga pasar karet Jambi
Ditengah harga pasar yang cukup baik, Pemprov tak ingin lengah dan sebaliknya menyiapkan strategi untuk mempertahankan harga. Salah satunya lewat Peraturan Daerah (Perda) yang sebelumnya terlebih dahulu mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub).
Hal ini disampaikan Gubernur Jambi, Zumi Zola usai bertemu dengan anggota Gapkindo dan perwakian dari Asosiasi Petani Karet serta SKPD terkait. Dibentuknya Perda ini, salah satunya untuk kualitas hasil perkebunan. Bokar atau bahan olahan aret (Bokar) menjadi tujuan dari Perda ini untuk meningkatkan nilai jual karet. Dimana selama ini, Bokar yang kotor menyebabkan rendahnya nilai pasar karet.
“Kita akan membuat Perda, tapi karena Perda ini butuh waktu yang lebih lama, maka Pergub dulu. Dengan adanya Pergub, nanti dinas terkait akan sosialisasi ke tingkat kabupaten-kabupaten yang ada kebun karetnya,” papar Zola.
Baca Juga : Toke Pusing Harga Karet Rendah, Warga Pamenang Menjerit
Baca Juga : Uji Coba Aspal Karet, Disbun Sebut Perbaiki Harga Karet
Gubernur juga menyebutkan Gerakan Bokar Bersih menjadi bagian dari strategi ini. Strategi Zola perkuat harga karet ini nantinya disosialisasikan pada masyarakat yang akan didampingi perusahaan yang terdapat di sekitar lokasi sosialisasi.
“Nanti, minta tolong juga dukungan dari teman-teman di DPRD agar kita mendorong payung hukum berupa Perda, supaya ada kekuatan hukum. Apabila ada yang melanggar, seperti yang sudah ada dari aturan diatasnya yakni Peraturan Menterinya, bahwa apabila ada yang melanggar, membeli bokar kotor, maka aisenelnya akan dicabut.” tegas Gubernur
