MUARA BULIAN – Program Jaminan Sosial Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Batanghari berupa Program Kartu Batanghari Sejahtera (KBS), diberikan dalam bentuk berupa jaminan kesehatan melalui BPJS kesehatan yang diterima diluar KIS pusat, santunan kematian, bantuan bedah rumah tidak layak huni, bantuan beasiswa pendidikan masyarakat miskin yang mana diberikan kepada siswa yang belum menerima pada program KIP pusat dan bantuan pendamping rawat inap masyarakat miskin.
Hal tersebut disampaikan Bupati Batanghari Ir. H. Syahirsah, Sy dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Batanghari yang diwakili oleh Kepala Bappeda Batanghari Ir. H. R. M. Mulawarman, M.Si, Senin (16/7) bertempat di Aula Bakeuda Batanghari.
Acara dihadiri oleh Sekretariat Wakil Presiden RI Disemination dan User Support Tim Nasional Percepatana Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Darsono, S.Sos, Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Kepala OPD, Camat dalam Kabupaten Batanghari, anggota TKPK Batanghari dan para peserta rakor TKPK.
Pada kesempatan itu, Bupati berharap masing-masing OPD teknis yang berkaitan dengan Program KBS dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Bumi Serentak Bak Regam, untuk dapat bekerjasama serta saling bahu membahu diantara semua. Sehingga, program ini dapat tercapai dengan cepat dan tepat sasaran dalam artian bari tahun ke tahun jumlah orang miskin berkurang.
“Rakor ini sangat penting untuk dilakukan secara bersama-sama, agar kita dapat membicarakan pelaksanaan berbagai program, khususnya masalah penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Batanghari,” ujar Bupati.
“Kepada Bapak/Ibu narasumber dari TNP2K RI, Bappeda Provinsi Jambi dan BPS Kabupaten Batanghari saya berharap dapat memberikan penjelasan tentang penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Batanghari terutama tentang penajaman keakuratan data sehingga setiap program tepat sasaran,” tegas Bupati.
Acara dilanjutkan dengan mendengarkan paparan dari masing-masing narasumber TNP2K RI, Bappeda Provinsi dan BPS Kabupaten Batanghari bersama Anggota TKPK Kabupaten Batanghari dan para peserta rakor. (Ali kucir)
