MUARO JAMBI – Sudah memasuki bulan kedua, uang TBS petani bernilai belasan milyar, menjadi hutang belum juga terbayarkan yang tak lain merupakan PT PAL. Hal itu sekarang menjadi sorotan warga.
Buntutnya, Kamis (12/07), hutang hingga belasan milyar 3 Kepala Desa berikut 5 KUD mitra dari PT PAL, mendatangi Pabrik Kelapa Sawit yang memasuki usia 2 tahun.
Saat di temui dinamikajambi.com di kantor, Engki Silaban, Milmanajer PT PAL mengatakan, ini hanya kesalahan teknis dan pihak perusahaan bertanggung jawab untuk segera melunasi.
“Itu situasionallah, biasalah ada kesalahan teknis dan perusahaan ada etikat baik akan segera melunasi itu semua,” ungkap Engki usai pertemuan.
Pihak perusahaan mendadak lupa, isi perjanjian yang baru berjalan 30 menit. Saat di tanya hasil pertemuan tersebut, Engki tak menjawab kapan pembayaran buah senilai Rp 11,8 Milyar.
“Saya lupa persis isi perjanjian tersebut, yang jelas semua sudah tertulis di surat perjanjian dan sudah di sepakati,” jawabnya
Salah satu pendorong berdirinya PT Prosympac Agro Lestari (PAL), Kepala Desa Mingkung Jaya, Girah Purnomo ikut bersuara.
“Kami datang kesini untuk menuntut hak petani agar perusahaan segera melunasi tunggakan pembayaran TBS,” jawab Girah.
Berita Terkait : Desak PT PAL Bayar Sawit 5 KUD, Dewan : Jangan Korbankan Petani
“Kami bersama beberapa Kades dan Ketua 5 KUD Menuntut hak petani yang belum terbayarkan oleh PT PAL dan tolak ukur konsekuensi kerja sama ini kita liat beberapa hari kedepan apakah perusahaan segera melunasi, kalau perusahaan tidak komitmen saya serahkan ke petani langsung,” ungkap Girah Purnomo.
Berita Terkait : Tanggapi Nasib 5 KUD, Ketua HKTI Muaro Jambi Bilang Ini
Seretnya perusahaan yang berada di Desa Sido Mukti ini, sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Pembayaran TBS senilai Rp 11,8 Milyar, di sepakati akan dibayar dengan tempo 1 pekan. Sedangkan pembayaran untuk Juli, akan di bayarkan 2 pekan lagi.
“Pembayaran Rp 400 juta saja, dicicil 6 Kali bayar,” sebut salah satu Kades.
(Tr01)
