Sering Berduaan di Kontrakan, Oknum Polisi dan PNS di Batanghari Diciduk Warga

BATANGHARI – Resahkan warga karena kerap kali berduaan hingga menginap di rumah kontrakan, Oknum Polisi yang bertugas di Polda Jambi dan PNS di Batanghari diciduk warga dan ketua RT. Ironisnya, ternyata mereka bukanlah pasangan suami istri.

Di duga melanggar norma adat, oknum Polisi berangkat Brigadir dan pasangannya di jatuhi hukuman cuci kampung oleh lembaga Adat. Tepatnya di Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari pada  Sabtu (4/9/2021).

Baca juga : Diduga Langgar Kode Etik Advokat, Konselor Hukum Dinas PPA Jambi Rangkap Posisi

Mulanya, warga RT 14 RW 03 kelurahan Kembang Paseban pada Jum’at pagi (3/9/2021) heboh, dengan tertangkapnya pasangan yang bukan berstatus suami istri. Kala itu mereka tengah berduaan di dalam rumah kontrakan, oleh warga setempat.

Usut punya usut, ternyata pasangan itu berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang polisi.

Seperti di ketahui, sang Pria berinisial ED merupakan Polisi yang dinas di Polda Jambi. Sedangkan si wanita berinisial NV, merupakan PNS yang  mengajar di Sekolah Dasar di Kelurahan Mersam Kabupaten Batanghari.

Kronologi Penangkapan

Penangkapan oknum polisi dan PNS di Batanghari ini, bermula dari kecurigaan warga di sekitar rumah kontrakan NV. Mereka yang melihat ED kerap berkunjung hingga larut malam, bahkan menginap di rumah tersebut pun merasa resah.

Janah, warga setempat mengatakan, bahwa Ia sering melihat ED datang ke kontrakan NV.

Bilangnya, kedatangan ED ke kontrakan NV bukan kali pertama. Akan tetapi sering, bahkan sejak awal NV mulai mengontrak di RT 14 tersebut.

“Saya sudah pernah mempertanyakan kepada ibu guru itu, tentang laki-laki yang sering nginap bersamanya. Tapi ibu guru itu mengatakan kalau laki-laki itu suaminya dan bekerja sebagai polisi, di Polda Jambi,” tandasnya.

“Kalau masalah berapa lama sudah laki-laki itu menginap di kontrakan itu, saya lihat sudah sekitar 9 bulan. Sejak ibu guru itu tinggal di kontrakannya. Kalau masalah tidur bersama, itu memang tidak setiap hari. Tapi dalam satu minggu itu terkadang satu malam sampai dua malam,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua RT 14 Kelurahan Kembang Paseban, Junaidi turut membenarkan kejadian tersebut.

Ia juga kerap mendapat laporan dari warga tentang kedatangan ED ke rumah NV, yang di nilai telah melanggar norma adat.

Bukan Pasangan Suami Istri

Betapa tidak, bilangnya mereka  yang pasangan bukan suami istri itu kerap berduan dalam rumah. Tentu akan mengundang fitnah, dan mencemarkan nama baik kampung.

Tak ayal, Junaidi pun mendatangi rumah kontrakan NV.  Benar saja, yang membuka pintu adalah ED. Saat di tanya tentang status, keduanya awalnya mengaku pasangan yang telah menikah.

“Setelah malam harinya saya mendatangi lagi kontrakan NV, bersama anggota lembaga adat, Ketua RW dan beberapa warga untuk memastikan status hubungan mereka. Karena selama mereka tinggal tidak pernah melapor,” katanya.

Junaidi menambahkan setibanya di rumah NV, ternyata ED sudah tidak ada. Dan piha lembaga adat meminta NV untuk menelepon kedua orang tua NV.

Terungkap, dalam percakapan telepon itu, ibunya (NV-red) menjelaskan hubungan keduanya, hanya sebatas pacaran biasa.

“Saat di tanya mereka masih bohong, untuk memastikan lagi saya minta ke NV untuk menghubungi ibunya. Dan terbukalah, bahwa mereka belum menikah, serta memang akan merencanakan pernikahan,” tambahnya.

Cuci Kampung

Kemudian, setelah di mintai kedatangan dari pihak keluarga (ED) dan (NV) oleh ketua RT, anggota Adat dan Warga terkait guna untuk melakukan cuci kampung.

Namun kala itu, Yang datang hanya dari pihak keluarga (ED), sementara dari pihak keluarga (NV) tidak hadir dikarenakan sakit.

Perwakilan Oknum Polisi Minta Maaf

Brigadir Junaidi, sebagai perwakilan keluarga (ED) menjelaskan hubungan (ED) dan (NV) memang belum sah suami istri. Tetapi hanya baru sebatas pacaran dan merencanakan pernikahan.

“Saya Junaidi sebagai penyampai kata dari rekan kerja satu angkatan dengan saya, dengan pangkat Brigadir mewakili keluarga (ED) minta maaf. Dan membenarkan kalau mereka berdua memang belum menikah, tetapi hanya baru pacaran. Dan baru berencanakan akan menikah pada bulan Januari 2022 besok,” jelasnya.

Berita lain : Urus Anak di UPTD PPA Jambi, Malah Berujung Perceraian

“Tapi saya sampaikan, kami siap terima sanksi dari adat yang ada di RT 14 ini,” tutupnya.

Perlu di ketahui, setelah melakukan Mediasi oleh warga RT 14, (ED) akan terkena sanksi cuci kampung. Sebagaimana hukum adat yang berlaku dan untuk (NV) sendiri, akan kembali di komfirmasi kepada Kepala Sekolah di tempat NV mengajar. (Tr02)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033