Sejak Pandemi Covid-19, Pemasaran Ikan di Jambi Menurun 60 Persen

JAMBI – Selama Pandemi Covid-19 yang saat ini semakin merebak, pemasaran ikan di Jambi menurun signifikan. Bahkan mencapai 60 persen, dari biasanya.

Pun demikian, namun proses produksi ikan di Provinsi Jambi saat ini, tak terkendala dan masih stabil.

Baca juga : Pasien Sembuh Bisa Terinfeksi Virus Corona Lagi, Waspada

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Temawisman pada Jumat (8/5/2020).

“Yang menjadi kendala di sektor perikanan bukan dari produksi melainkan dari sektor pemasarannya selama pandemi Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, penurunan ini terlihat di pasar Angso Duo baru Jambi. Dimana  ikan Nila setiap hari kebutuhan mencapai 8 ton.

Namun, sejak dilanda Pendemi Covid-19 ini, pemasaran ikan di pasar Jambi ini menurun signifikan. Bahkan, kebutuhannha hanya sekitar 4 ton perhari.

“Selama Covid-19 ini, terjadi penurunan sangat signifikan. Jadi yang ditampung oleh pasar angso duo selama covid ini, hanya berkisaran 3 sampai 4 ton perhari. Jadi penurunannya sekitar 60 persen dari hari biasa,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, pemasaran ikan lele sejak adanya pandemi Covid-19 ini mulai berkurang. Apalagi,adanya aturan pemerintah, yang memberlakukan jam malam.

Lihat juga video : Dirawat 2 Hari, PDP di Kerinci Meninggal Dunia

Padahal, hari  biasanya permintaan dan pemasarannya banyak. Karena hal ini juga dengan produksi penjualannya, yang rame, seperti pecel lele dan sebagainya.

“Kalau pecel lele biasa buka dari jam 5 sore, sampai jam 2 malam. Sekarang sudah dibatasi semenjak pandemi ini, pemerintah memberlakukan sampai jam 9 malam. Sementara produksi lele masih stabil, namun permintaan sangat berkurang,” katanya. (Nrs)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033