Respon Cepat Keracunan di Pamenang, Direktur Rumah Sakit Siagakan Petugas

BERITA MERANGIN – Puluhan santri di Pamenang, Rabu (27/10/2021) malam mendadak jadi pasien di Puskesmas Pamenang. Respon cepat keracunan di Pamenang, Direktur Rumah Sakit Kol Abundjani siagakan petugas.

Informasi yang beredar para santri diduga keracunan makanan usai vaksinasi. Berbagai informasi berkembang cepat, hingga Direktur Rumah Sakit Kol Abundjani Bangko, Dr Sephelio mendapatkan informasi keracunan makanan di Pamenang tersebut.

“Di Pamenang tentu tidak muat, kita bagi,” bilangnya menjawab DinamikaJambi.com

Dr Sephelio yang telah berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, juga menawarkan agar pasien terbagi 2 yakni di Pamenang dan Rumah Sakit agar penanganan lebih baik.

“Kita antisipasi karena ini butuh cepat, jangan sampai dehidrasi,” katanya.

Tak hanya bicara saja, respon cepat tersebut memang terlihat awak media saat datang langsung ke UGD sekitar pukul 22.00 Wib. Sejumlah petugas siaga, dan memang menunggu kedatangan pasien dari Pamenang.

“Saya juga kira, tadi pasien dari Pamenang. Cuma tadi informasinya anak-anak,” kata seorang petugas jaga saat kedatangan pasien.

Pasien tersebut bukan dari Pamenang, melainkan dari Sungai Ulak dan bukan seorang anak-anak.

Baca Juga : Geger, Usai Vaksin Puluhan Santri Dilarikan ke Puskesmas Pamenang

Dr Sephelio terbilang khawatir, lantaran korban merupakan anak-anak dan dengan jumlah puluhan.

“Ini kejadian yang tidak kita inginkan. Kita harus cepat tanggap. Jumlah cukup banyak,” kata mantan Kepala Puskesmas tersebut.

Sebelumnya, Kapolsek Pamenang, Iptu Fatkur Rohman membenarkan  peristiwa tersebut.

“Memang hari ini kegiatan kita vaksinasi. Tapi yang kena ini, banyak yang tidak vaksin,” katanya.

Lihat Video : Lomba Wartawan Cilik Merangin, Peserta Wawancarai Dandim 0420/Sarko

Terdata 62 santri di Pamenang yang masuk ke Puskesmas, sebanyak 30 santri vaksin, sedangkan 32 tidak ikut vaksin.

Dugaan keracunan makanan atau minuman yang mereka konsumsi, makin menguat. Bahan atau sampel makanan pun jadi penyelidikan pihak kepolisian dan puskesmas, yang selanjutnya di bawa ke BPOM.

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube