KOTA JAMBI – Ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifudin (UIN STS Jambi), Rabu (20/9), sekitar pukul 09.00 WIB, menggelar aksi unjuk rasa di kampus yang berada di Telanaipura, Kota Jambi. Ada 4 tuntutan yang dilayangkan dalam demo
Dalam aksinya, mereka menuntut Wakil Dekan III Fakultas FEBI, Dr Nofrianto, dan Ketua Jurursan Ekonomi Syariah, Dr Rofiqoh Ferawati untuk mundur dari jabatannya. Mahasiswa menilai kedua pejabat FEBI ini, telah menzalimi dan membodohi mahasiswa.
“Selama ini kami merasa resah atas apa yang dilakukan oleh wakil dekan III dan ketua juran ekono syariah,” teriak orator
Dalam aksinya para mahasiswa menuntut, Pertama adanya bahasa ancaman terhadap mahasiswa, dulu ada MoU dengan pihak Pegadaian dan WD III mengintervensi dan mengancam jika tidak ikut pegadaian tersebut nilai mata kuliah yang diajarkan WD III kepada mahasiswa akan digagalkan.
Kedua Diskriminatif, memunculkan perbedaan terhadap anak mama dengan mahasiswa lain. Anak mama (mahasiswa yg sudah dekat dengan kajur), sehingga pelayanan yg terjadi di akademik terhadap mahasiswa yang tidak dekat dengan Kajur menjadi terhambat.
Ketiga timbul pembodohan terhadap mahasiswa, kembali terjalin MoU dengan BRI Syariah, dan pihak jurusan meminta uang Rp. 100.000 untuk membuat rekening BRI Syariah dan mengatakan bahwa membayar SPP langsung ke BRI Syariah dan tidak lagi ke Bank Mandiri Syariah. Namun realita yang terjadi, program tersebut tidaklah trealisasi dan dinilai mahasiswa tidak ada kejelasan.
Keempat, tidak demokratisnya kampus. Beberapa bulan lalu pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) FEBI membuat surat keputusan (SK) kepengurusan DEMA FEBI dan di dalam SK tersebut ada salah satu nama mahasiswa yang berinisial AM dan SA, akan tetapi WD III menolak nama tersebut masuk kedalam SK tersebut. Hal ini menurut mahasiwa WD III tidak berhak untuk melakukan intervensi.
Selain itu, beberapa bulan lalu mahasiswa FEBI jurusan Ekonomi Syariah melakukan Study Tour ke Kota Bali yang katanya Program Pengalaman Lapangan (PPL), namun program tersebut dinilai mahasiswa tidak ada edukasi di dalamnya, malah hanya liburan semata. Dan mahasiswa harus mengeluarkan dana jutaan rupiah.
Mahasiswa juga menduga, apa yang dilakukan pihak FEBI terindikasi Pungli, karena uang yang dikumpulkan Mahasiswa untuk sejumlah program tersebut, peruntukkannya tidak jelas.
“Kita akan terus menyuarakan permasalahan ini, dan kami meminta pihak Rektorat UIN STS Jambi, untuk cepat mengambil sikap dan memberhentikan WD III dan Kajur Ekonomi Syariah,” kata salah satu Orator. (Din)
