Kolaborasi IMPLI Perkuat Pemberdayaan dan Hilirisasi Produk Ikan Asin di Kelurahan Tanjung

MUARO JAMBI — Pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat dan para pemangku kepentingan bekerja dalam tujuan yang sama. Kolaborasi itu tampak dalam pendampingan Kelompok TK-PPEG Sumber Rezeki di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

Melalui proyek Integrated Management of Peatland Landscapes in Indonesia (IMPLI), kelompok mengembangkan ikan asin menjadi tiga produk turunan bernilai tambah. Keripik ikan asin, kentang mustofa ikan asin, dan rempeyek ikan asin menjadi hasil nyata dari proses yang menghubungkan pengetahuan, kreativitas, legalitas, dan akses pasar.

Banyak Pihak Satu Tujuan

Kelompok TK-PPEG Sumber Rezeki menjadi penggerak utama produksi. IMPLI menghadirkan dukungan program dan pendanaan, sementara pemerintah, pihak Kelurahan Tanjung, akademisi, pelaku usaha, dan tim Cakap Kreatif menjalankan peran yang saling melengkapi.

Ifwan Adinata sebagai mitra kerja sama IMPLI turut mendorong proses hilirisasi agar produk kelompok semakin siap dipasarkan.

Peluncuran juga dihadiri Penanggung Jawab Proyek IMPLI Provinsi Jambi Dr. Asnelli Rida Daulai, perwakilan Proyek IMPLI Muaro Jambi Ratnawati, S.H., M.H., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, dan tim proyek IMPLI.

Ekonomi masyarakat mendukung masa depan gambut
IMPLI melalui kemitraan KLHK dan IFAD bertujuan melindungi ekosistem gambut, melestarikan keanekaragaman hayati, serta menekan emisi gas rumah kaca. Penguatan mata pencaharian menjadi jembatan agar tujuan lingkungan hadir dalam kehidupan masyarakat.

Dengan hilirisasi potensi lokal, masyarakat memperoleh peluang ekonomi tanpa ditempatkan sebagai penerima manfaat semata. Mereka menjadi pelaku utama yang mengelola usaha, menjaga kualitas, dan membangun kepentingan bersama terhadap keberlanjutan wilayahnya.

Harapan kolaborasi terus diperluas
Ismi Firdaus selaku Koordinator Provinsi Jambi IMPLI berharap kolaborasi ini terus berkembang setelah peluncuran. Jejaring pemerintah, pasar, pendamping, dan kelompok perlu dijaga agar produksi berlangsung konsisten dan peluang baru dapat segera dimanfaatkan.

Pengalaman Kelurahan Tanjung diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi wilayah lain: ketika banyak pihak hadir dengan peran yang jelas dan masyarakat menjadi pusat kegiatan, potensi lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan gambut yang berkelanjutan.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube