MERANGIN – Aksi penandatanganan kerja di RSUD Kolonel Abundjani Bangko mulai berdampak karena berdampak langsung pada pelayanan kesehatan.
Anggota dewan, Izhar Majid, mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah cepat dan memberikan kepastian kepada para tenaga kerja yang terdampak.
“Tercatat sekitar 260 orang ikut memotong. Ini bukan jumlah kecil, jelas berpengaruh pada pelayanan rumah sakit,” ujarnya.
Ia menekankan, para tenaga P3K hanya membutuhkan kepastian terkait pembayaran hak mereka. Menurutnya, kejelasan sangat penting agar para pekerja bisa mengambil langkah sementara untuk bertahan.
“Harus ada penjelasan yang pasti kapan akan menyewa. Setidaknya mereka bisa mencari jalan keluar, entah dengan pinjaman atau cara lain. Yang penting ada kepastian,” tegasnya.
Jangan Sampai Berlarut
Izhar pun menyebut, saat ini pemerintah masih dalam tahap pengkajian kondisi keuangan. Namun ia berharap proses tersebut tidak berlarut-larut.
“Mudah-mudah dengan adanya aksi mematikan ini, pemerintah cepat mencari solusi. Jangan sampai persoalan ini melebar ke mana-mana,” tambahnya.
Baca Juga : ratusan P3K RSUD Kolonel Abundjani Mogok, Direktur: Hari Ketiga Pasti Repot
Akibat tindakan tersebut, pelayanan di RSUD Kolonel Abundjani disebut tidak berjalan maksimal. Dengan berkurangnya tenaga hingga ratusan orang, operasional rumah sakit pun ikut terganggu.
“Kalau 260 orang tidak bekerja, tentu pelayanannya tidak bisa maksimal,” tutupnya.
Nyaris Lumpuh
Aksi memulai kerja PPPK PW di RSUD Kolonel Abundjani dihitung mulai Senin (4/5/2026) sampai kecerahan gaji ada, memicu aksi serupa oleh 133 karyawan BLUD.
Seperti halnya P3K PW, pekerja BLUD itu juga tak mendapatkan gaji, haknya selama 4 bulan belakangan. Pasalnya, mereka terdampak besar aksi 260 P3K PW, karena mengcover pekerjaan yang ditinggalkan.
“Kami harus bekerja ekstra. Biasanya 3 shift, ini jadi 2. Kacau ini,” ungkap sumber pekerja BLUD.
Khawatirkan pelayanan terhenti, manajemen dikabarkan mengeluarkan anggaran gaji pada hari Senin, menghentikan aksi pemotongan BLUD.
“Iyo, dibayar 1 bulan kemaren sore,” ungkap pekerja BLUD.
Sementara siang ini, Selasa (5/5/2026) manajemen secara resmi menyurati ratusan pekerja P3K PW yang memulai kerja untuk duduk bersama.
Benar bang. Siang ini infonya jam 1 ada rapat. RSUD sudah menyurati, kata sumber.
