Banyak Jalan di Merangin Rusak, Bupati Sebut Bangun Lift Itu Urgent 

MERANGIN – Rencana pembangunan lift di Kantor Bupati Merangin senilai Rp2,4 miliar menuai kritik dari masyarakat. Banyak jalan di Merangin rusak di berbagai wilayah, kebijakan ini dinilai tidak tepat sasaran dan kurang berpihak pada kebutuhan publik.

Bupati Merangin, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa pembangunan lift tersebut merupakan bagian dari perencanaan awal gedung. Menurutnya, fasilitas itu memang sudah masuk dalam masterplan sejak awal pembangunan kantor bupati.

“Dibilang urgent, ya urgent. Karena ini kantor dari awal dibangun sudah ada masterplan dan peruntukannya ada untuk itu,” ujar Syukur, Jumat (17/4/2026).

Ia juga beralasan, tanpa fasilitas tersebut, bagian gedung di lantai atas berpotensi tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Tidak mungkin gedung di atas kita biarkan hancur. Azas manfaat lebih besar daripada dibiarkan tidak ada manfaat,” tambahnya.

Baca Juga : Alamak, Jalan Banyak Rusak, Bupati Merangin Anggarkan Lift 2,4 Milyar

Menanggapi kritik tersebut, Bupati Syukur memastikan bahwa pembangunan jalan tetap berjalan.

“Jalan, jalan semua. Tidak ada jalan yang tidak jalan. Sekalipun kita beli alat berat, semua jalan,” ujarnya.

Kritik Pedas

Namun, pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari warganet.

Banyak yang mempertanyakan prioritas pembangunan pemerintah daerah, terutama di tengah kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih memprihatinkan.

Salah seorang warganet menilai, pembangunan lift hanya akan dinikmati kalangan terbatas.

“Seharusnya yang utama itu jalan rusak, khususnya jalan kabupaten yang digunakan masyarakat luas. Kalau lift hanya untuk segelintir orang,” tulisnya.

Kritik juga datang dari warga lain yang menyinggung anggaran proyek pemerintah.

“Taman Rp3 miliar, lift Rp2,4 miliar. Jangan sampai kami pendukung dulu berbalik arah, Pak Bupati,” komentarnya.

Kritik pedas warga Merangin berseliweran di media sosial, khususnya Facebook yang menilai pembangunan tidak berdasarkan skala prioritas.

“Di sluruh desa hmpir jln bnyak yg rusak dn brlobang, merangin buknnya tmbah mju tpi kian trpuruk,” kata Rachman.

“Katanya membangun,tp jln di setiap desa khususnya trans semua rusak parah,” kata Rois

“Membangun tidak berdasarkan prioritas, itu lah hebatnya bupati kalian di Merangin,” tulisnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Merangin, Ampera, turut angkat bicara. Ia menilai pembangunan lift berpotensi mengabaikan kepentingan masyarakat luas.

“Lift itu untuk kenyamanan dan peningkatan kinerja ASN, tapi jangan sampai mengabaikan kepentingan umum seperti jalan dan infrastruktur lainnya,” tegasnya.

Meski demikian, polemik ini menunjukkan adanya kesenjangan persepsi antara pemerintah dan masyarakat terkait prioritas pembangunan.

Di satu sisi, pemerintah berpegang pada rencana jangka panjang, sementara di sisi lain, masyarakat menuntut solusi cepat atas kebutuhan dasar yang dirasakan langsung, seperti perbaikan jalan.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube