BGN Tanggapi Isu Menu MBG Ramadhan yang Disebut Menyimpang dari Anggaran

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan nasional di bulan ramadhan. Pasalnya, publik menyoroti menu MBG Ramadhan yang disebut menyimpang dari anggaran.

MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak dan kelompok rentan. Di tengah pelaksanaannya selama bulan Ramadhan, muncul sorotan publik terkait dugaan menu yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Penjelasan Resmi BGN

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang melansir Antara menegaskan bahwa anggaran bahan baku makanan dalam program MBG tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, yaitu:

– Rp8.000 per porsi untuk balita, PAUD, TK, dan SD kelas 1–3
– Rp10.000 per porsi untuk SD kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui

Menurut Nanik, besaran anggaran Rp 13.000 untuk balita hingga kelas 3 SD serta Rp 15.000 untuk anak kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui tidak sepenuhnya digunakan untuk bahan baku makanan. Sebagian anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional serta insentif bagi yayasan/mitra pelaksana.

“Jadi, kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1-3 itu sebesar Rp 8.000 per porsi. Sementara untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp 10.000 per porsi,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

BGN menekankan bahwa angka Rp13.000 hingga Rp15.000 yang beredar di masyarakat bukanlah murni untuk bahan pangan. Nominal tersebut mencakup komponen biaya operasional, antara lain:

– Biaya listrik, gas, air, dan internet
– Transportasi dan distribusi
– Insentif relawan, guru, dan kader
– Sewa dapur serta perlengkapan pendukung

Dengan demikian, perhitungan anggaran program dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada bahan makanan semata.

Pentingnya Transparansi dan Pengawasan

Isu ini juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak, termasuk Indonesian Corruption Watch (ICW) yang sebelumnya mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan ketat dalam program berskala nasional seperti MBG.

Secara tata kelola keuangan publik, pengawasan menjadi aspek penting untuk memastikan:

– Anggaran tepat sasaran
– Kualitas makanan tetap terjaga
– Tidak terjadi penyimpangan dalam distribusi

BGN menyatakan terbuka terhadap laporan masyarakat dan siap melakukan evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

Poin Penting yang Perlu Diketahui
– Anggaran bahan baku MBG tetap Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai kategori penerima
– Nominal lebih besar mencakup biaya operasional program
– BGN membuka ruang pengaduan dan evaluasi
– Transparansi dan pengawasan menjadi kunci keberhasilan program

Program MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi generasi Indonesia. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pengelolaan anggaran yang akuntabel dan pelaksanaan yang konsisten di lapangan.

Masyarakat diharapkan tetap kritis, namun juga bijak dalam menerima informasi. Klarifikasi resmi dari BGN menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Semoga program ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi anak-anak dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page