SENGETI – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Muarojambi sebagai Disentralisasi pangan tahun 2018 ini akan meningkatkan kinerja. Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Muarojambi akan memaksimalkan ketahanan pangan yang dalam data beberapa tahun terakhir tak sebanding dengan jumlah penduduk dengan ketersediaan pangan.
Hal ini dikatakan, Ampriadi, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Muarojambi. Pengalaman tahun 2016 Muarojambi hanya panen hanya 7000 hektar padi.
“Padahal lahan untuk padi kita hampir 20000 hektar,” sampainya.
Kadis menambahkan, tahun ini selain gagasan atau program yang mendongkrak ketahan pangan, katanya akan selalu intens berkoordinasi dengan Dinas teknis, seperti Dinas Pertanian dan Holtikultura, Dinas Pertenakan dan Perkebunan dan Dinas Perikanan.
“Kalau saya tak salah lahan pertanian untuk padi ada sekitar 20000 lebih. Karena beras merupakan komiditi utama untuk ketahan pangan akan terus dikordinasikan supaya panen padi biar lebih maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk merealiasikan rencananya tadi, untuk mengsinergiskan dengan program Muarojambi Tuntas, Dinas ketahanan pangan akan memanggil semua Pokja di Dinas Teknis terkait memaksimalkan ketahan pangan.
“Untuk mengetahui kendala dilapangan kita akan rapat kordinasi dengan semua pokja Dinas tehnis,” pungkasnya. (Din)
