Dimaki Sopir Sampai Handphone Diblokir, Ini Kisah Miskun Yang Sukarela Perbaiki Jalan

MUARO JAMBI – Dengan alat seadanya, Miskun (58) warga RT 18 Desa Sungai Gelam, Senin (15/01) sore tampak menambal jalan poros Kecamatan Sungai Gelam. Terik matahari, tak mematahkan semangatnya mencangkul tanah dan kerikil timbunan jalan.

Dalam sebulan terakhir, Miskun kembali turun menambal jalan poros Pal 20 ini. Kerja sukarela yang sempat ditinggalkan ayah 4 anak ini.

“Kesal mas. Dikira saya cari duit perbaiki jalan ini. Saya ini sukarela,” ungkap Miskun dibincangi Dinamika Jambi disela-sela kegiatannya.

Rupanya, kerja sosial perbaikan jalan ini, sempat mendapat makian dari sopir tangki CPO yang mengunakan akses utama warga dari 7 desa. Makian sopir yang belakangan diketahui dari PT Biccon Agro Makmur (PT BAM) salah satu Pabrik Kelapa Sawit yang beroperasi di Kecamatan Sungai Gelam itu, lantas dikejar Miskun.

“Dia (Sopir,red) bilang, ngak usah diperbaiki jalan ini. Biar ajalah,” ungkapnya seraya menirukan kalimat sang sopir.

Dikatakan Miskun, mungkin kalimat tersebut keluar lantaran sumbangan yang diberikan pengendara motor maupun mobil. Namun saat ditemui, sang sopir tidak ada jawaban.

“Saya ngak takut mas. Mau pejabat atau apa, saya ini kerja iklas, sukarela. Kalau Bupatinya masih Burhan (Burhanuddin Mahir,red)  jalan ini sudah saya tutup mas,” terangnya.

Meski memiliki penghasilan dari kebun sawit dan karet, Miskun masih menyempatkan waktu untuk memperbaiki jalan.

Hal itu dilakukan, sambungnya, lantaran ia mengaku memiliki akses ke pemerintahan. Namun saat ini, Miskun hanya bisa menambal jalan dengan material seadanya. Baik dari tanah sekitar, maupun material yang diberikan perusahaan.

Berita Terkait : Diminta Soal Perbaikan Jalan, PT BAM Selalu Open..??

“Kalau dulu, saya telpon atau sms. Ini jalan rusak. Minta kirim batu. Dikirim mas. Tapi sekarang, nomor hape saya diblokir. Entah siapa yang tega blokirnya. Berani benar,” katanya.

Kerja sosial Miskun ini, cukup mendapat apresiasi para penguna jalan. Lembaran uang ribuan sumbangan pengendara, dibelanjakan Miskun untuk pelepas dahaga dan rokok. Meski begitu, Ia bukan tak punya penghasilan. Miskun mengaku, memiliki kebun sawit dan karet.

Tak jarang, Miskun membantu para pengendara yang kesulitan melintas jalan yang kerap jadi ‘kuburan’ mobil angkutan. Seiring berkurangnya hujan, penguna kendaraan khususnya sepeda motor, tak lagi bermasalah saat melewati jalan ini.

“Kalau mobil, ada 20 lebih yang patah gardan. Dalam sebulan ini,” ungkapnya. (Win)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube