Warga Sarolangun Mengeluh Kondisi Jembatan Terbuat Dari Kayu, Lapuk Lagi, Kemana Pemerintah?

SAROLANGUN – Warga di Kabupaten Sarolangun mengeluh dengan kondisi jembatan darurat, yang terbuat dari kayu, sudah lapuk lagi. Padahal, jembatan tersebut akses penting masyarakat sekitar. Peran pemerintah pun di pertanyakan.

Tak ayal, warga di sarolangun ini mengeluh dong, dengan kondisi jembatan dari kayu yang lapuk tersebut. Padahal, pembuatan jembatan itu di buat melalui swadaya.

Seperti di ketahui, jembatan merupakan suatu konstruksi yang gunanya meneruskan jalan, melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah.

Baca juga : Laga di Final, Masnah Busro Sambangi PS Muaro Jambi di KONI Batanghari

Selain itu, jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital, dalam aliran perjalanan (traffic flows).

Jika suatu daerah tidak memiliki jembatan yang layak untuk di lintasi, tentu perihal ini menjadi kegaduhan bagi warga yang melintas. Terutama bagi mereka yang sering membawa hasil kebunnya.

Seperti yang terjadi di Desa Melintang Kecamatan Limun. Masyarakat Desa itu saat ini mengeluhkan kondisi jembatan darurat, yang di bangun melalui swadaya masyarakat. Apalagi kondisi jembatan itu sudah lapuk.

Betapa tidak, jembatan satu-satunya yang berada di dusun dalam Desa setempat, merupakan akses penghubung Desa Napal Melintang ke Sarolangun. Parahnya, kondisi tersebut malah ambruk pada Sabtu (23/10/2021) yang lalu.

Ambruk

Salah seorang warga Desa Napal Melintang Muhammad Amin mengatakan, bahwa jembatan darurat yang hanya terbuat dari balok kayu. Di tambah lagi dengan panjang lebih kurang 10 meter itu ambruk, akibat lapuk termakan usia.

“Jembatan ini merupakan jalan penghubung dari Sarolangun menuju desa Napal Melintang, yang di bangun melalui swadaya masyarakat. Namun jembatan ini runtuh, karena sudah termakan usia. Apalagi musim penghujan saat ini,” katanya, Selasa (02/11/2021) kepada media ini.

Akibat jembatan itu runtuh, masyarakat setempat mengalami kesulitan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Bahkan kesulitan membawa barang-barang, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jembatan sekarang sudah putus, dan kita harap ada perhatian dari pemerintah untuk membangun jembatan permanen. Ini agar masyarakat mudah dalam melakukan pengangkutan hasil perkebunan atau pun aktivitas sehari-hari,” ujarnya. (Ajk)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube