MUARO JAMBI – Puluhan hektar kebun sawit milik warga Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, sudah lebih dari 1 (satu) minggu kebanjiran karena tidak optimalnya fungsi parit yang baru-baru ini dinormalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muaro Jambi.
Yang menjadi permasalahan, pengerjaan yang disebut ‘normalisasi’ parit itu terkesan tanpa konsep atau perencanaan yang jelas. Sehingga, aliran air yang seharusnya dapat berjalan normal akhirnya lambat mengalir dan menyebabkan banjir diarea perkebunan tersebut dengan ketinggian air mencapai 20-30cm dari permukaan tanah.
Dari informasi yang berhasil didapat dinamikajambi.com, pengerjaan proyek normalisasi parit Dinas PU Muaro Jambi tersebut, khusus untuk Desa Mingkung Jaya menelan dana yang terbilang cukup fantastis yakni senilai Rp 1,4 Miliar lebih.
Salah seorang warga Desa Mingkung Jaya, yang menyebutkan dirinya Mur mengatakan bahwa pengerjaan yang disebut ‘normalisasi’ itu tidak menghasilkan apa-apa. Sebab, sudah 1 (satu) minggu lebih kebunnya masih juga terendam banjir.
“Tidak ada perubahan dengan adanya normalisasi. Buktinya, sampai sekarang sudah satu minggu lebih air belum surut juga,” sahutnya, Senin (27/11).
“Jadi sia-sia normalisasi ini,” tutupnya kesal. (Tr01)
