Teka-teki Parpol Ahmadi Zubir Terjawab, Pengamat: Kekuatan Akses Pemerintah Pusat

BERITA POLITIK – Bak teka-teki, kiprah politik Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir terjawab sudah. Belum lama, di kabarkan di lematis di antara dua Partai Politik.

Kini, Ahmadi Zubir resmi di daulat menjadi Wakil Ketua PDI Perjuangan Jambi. Hal ini, mendapat tanggapan dari Pengamat Politik Jambi, Citra Darminto.

Baca juga : Akhir Pekan Belanja? Cek Update Harga Sembako Kota Jambi Di sini

Sempat terkesan berada di sebuah persimpangan antara PPP dan PDI Perjuangan, kini Ahmadi Zubir resmi mengenakan ‘Jas Merah’. Pria kelahiran Sungai Liuk itu, resmi di daulat sebagai Wakil Ketua PDI Perjuangan Provinsi Jambi, mendampingi Edi Purwanto.

Citra mengamati, langkah politik yang di ambil oleh Ahmadi Zubir terjawab sudah.

Menurutnya Zubir merupakan matematika politik yang tepat. Benar saja, bilangnya, sebagai Walikota yang baru menjabat satu periode, tentu memikirkan progres politiknya kedepan.

Mengingat, PDI Perjuangan sendiri merupakan Partai Politik peraih kursi legislatif terbanyak, di tingkatan Provinsi berhasil meraih 9 kursi perwakilan dari 11 Kabupaten/Kota.

“PDI Perjuangan, memiliki pendukung tersendiri yang sebagian besar, berasal dari kelas masyarakat menengah ke bawah. Sebagai partai yang di kenal mendukung semangat multikultural, PDI Perjuangan umumnya memiliki konstituen loyal bahkan fanatik,” ungkap Citra, Sabtu (11/09/2021).

Selanjutnya, menanggapi dinamika bak tersandera di antara PDI Perjuangan atau PPP. Tak ayal, pria lulusan Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Diponogoro ini menilai, pertimbangan Walikota Sungai Penuh itu memikirkan ambang batas, dan elektabilitas Parpol besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Sedangkan PPP sendiri, bilangnya, belum mampu menandingi kekuatan PDI Perjuangan pada Pemilu 2019 lalu, baik secara nasional maupun tingkatan daerah. Apalagi, diketahui PPP sendiri hanya memperoleh ambang batas Presidential Thresold 4,52 persen.

Sementara, hal itu menurut Akademisi Universitas Jambi ini, sangatlah mempengaruhi jejak politik Ahmadi Zubir kedepannya.

“Selain yang saya sampaikan tadi, tentu ada pertimbangan lain, bagi bapak Ahmadi memilih Partai PDI Perjuangan. Sebab, dalam konteks  kondisi politik di Kota Sungai Penuh, memang sangat dinamis. Nah, ini juga terjadi di beberapa daerah, terkadang bukan ideologi Partai menjadi tolak ukur. Akan tetapi, figurnya sebagai kepala daerah yang notabenenya Walikota saat ini,” tambahnya.

Keterbatasan PAD, Peluang Ahmadi Akses Pemerintah Pusat

Di samping langkah politis, Citra juga menyoroti Ahmadi Zubir sebagai Walikota Sungai Penuh. Ia menilai, dengan bergabung ke PDI Perjuangan adalah angin segar bagi kemajuan Bumi Sahalun Suhak Salatuh Bdei. Mengapa demikian?

Pasalnya, sebagai Kepala Daerah yang juga salah satu pengurus PDI Perjuangan ditingkatan Provinsi, hal ini merupakan peluang Ahmadi Zubir untuk lebih bersinergi dengan Pemerintah Pusat.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Mengingat, keterbatasan Pendapatan Asli Daerah Kota Sungai Penuh dan PDI Perjuangan sendiri, merupakan partai penguasa di tingkatan nasional.

“Di butuhkan kekuatan akses ke Pemerintah Pusat. Tentunya, untuk mendapatkan support bantuan anggaran pembangunan. Hal itu, guna mewujudkan cita-cita sang Walikota, maka tidak dapat di pungkiri, secara politik bergabungnya Ahmadi Zubir dengan PDI- Perjuangan, merupakah langkah yang tepat.” tutupnya. (Tr01)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033