NASIONAL – Aksi demonstrasi mewarnai kedatangan Jokowi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021). Massa mencabut dan membakar bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada beberapa titik jalan di Kota Kendari.
Awalnya, massa gelar demonstrasi saat Jokowi masih di lokasi Kantor Gubernur di Sulawesi. Presiden bersama panglima TNI, menghadiri rangkaian kegiatan peninjauan vaksinasi massal dan pertemuan dengan Forkompinda.
Baca juga : Kapal Laut Tujuan Jambi di Batam Ditangkap Polres Barelang, Ternyata Bawa Ini
Kemudian, massa berdemonstrasi di lokasi perempatan Pasar Baru Kendari. Selama sekitar satu jam lebih, mereka menyatakan penolakan kedatangan Jokowi di Kendari Sulawesi.
Di sana, mereka kemudian membakar bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Massa mengumpulkan sekitar 10 bendera, yang berasal dari pinggir jalan sekitar lokasi demonstrasi.
Bendera kemudian di arak ke tengah perempatan. Beberapa massa aksi mengeluarkan korek api, kemudian menumpuk dan mulai membakar bendera.
Saat itu, ada beberapa orang anggota kepolisian Polda Sulawesi Tenggara berseragam, tetapi tidak sempat mencegah dan mengamankan lokasi. Penyebabnya, massa berjumlah banyak dan mulai bertindak anarkis.
Selanjutnya, massa meninggalkan lokasi dan beriringan menuju Hotel Claro Kendari. Massa mengira, Jokowi akan ke lokasi hotel.
Lempar Rumah Warga
Saat melintas di depan Bypass Kendari, ada warga yang memancing emosi demonstran. Massa kemudian melempar ke arah rumah warga. Selanjutnya, terjadi aksi lemparan dari massa ke arah rumah warga.
Mereka kemudian merusak motor dan mobil. Akibatnya, satu unit mobil Honda CRV yang terparkir di depan rumah, kaca bagian belakangnya pecah dan empat unit motor di banting massa.
Kemudian, saat massa beriringan ke Hotel Claro Kendari, massa bertemu kelompok massa lainnya di pertigaan Warung Kopi Daeng. Kemudian, mereka terlibat aksi saling kejar dan pukul.
Saat kejadian, terjadi aksi kejar-kejaran. Saat itu, tidak di ketahui dari kelompok mana, tetapi massa kembali merusak satu unit mobil.
Selain itu, ada anggota kepolisian Polda Sulawesi Tenggara yang berjaga, tetapi tak cukup mampu menghalau massa. Nanti setelkah beberapa menit, polisi dari satuan Brimob Polda Sultra datang dan mengamanakan situasi.
Tanggapan PDIP
Ketua PDIP Kota Kendari, H Ishak Ismail menyatakan, sudah mengetahui perihal pembakaran bendera PDIP. Saat di hubungi wartawan Liputan6.com via telepon seluler, Ishak Ismail menyatakan, saat ini sedang akan melakukan rapat pengurus.
“Saya sudah tahu, kami masih koordinasi ini. Kami sementara saling hubungi via telepon,” ujar Ishak Ismail.
Ia melanjutkan, akan membicarakan langkah secepatnya yang akan di ambil. Apakah melapor ke pihak kepolisian atau ada tindakan lain.
“Kami akan kabari selanjutnya,” pungkas Ishak.
Berita lain : Ratusan Senpi Rakitan di Jambi Di musnahkan, Polres Merangin Sumbang Paling Banyak
Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna, saat di hubungi menyatakan, belum mengetahui kabar pembakaran bendera. Ia menyebut, masih berada di lokasi Hotel Claro Kendari.
“Belum monitor, kami masih di lapangan ini, samping Kopi Daeng (Hotel Claro),” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.
Sumber : Liputan6.com
