Hari Lahir Pancasila, Anggota DPRD Jambi : Bersatu Bangun Bangsa

BERITA JAMBI – Hari Lahir Pancasila rutin diperingati tiap 1 Juni, berbagai pesan muncul dari beberapa pihak, salah satunya anggota DPRD Provinsi Jambi ini, Kemas Alfarabi.

Sebagai falsafah atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara, tentu di hari lahir Pancasila ini memiliki nilai historis dan pemersatu, termasuk bagi anggota DPRD ini.

Baca juga : Peringati Hari Lahir Pancasila, Ini Kata Ketua DPRD Tanjabbar

Kemas Alfarabi mengatakan, Pancasila lahir melalui proses panjang. Di mana, kala itu Sidang BPUPKI oleh para pendiri Bangsa.

Tentunya, proses panjang itu bukanlah perkara yang mudah, pun penuh perdebatan. Apalagi, dalam pandangannya, Indonesia adalah negara yang penuh keberagaman.

“Negara Kepulauan dengan 17 ribu pulau, 721 suku bangsa, 400 bahasa daerah dsb. Meski kita berbeda suku, berbeda agama, berbeda gagasan pendapat dan perbedaan apapun. Kita bersama bisa membangun negara. Kenapa, karena kita disatukan dalam barisan Pancasila,” ungkapnya.

Ada Hal Lebih Besar

Lebih lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan, idealnya bangsa Indonesia telah tuntas berbicara soal perbedaan.

Pasalnya, butuh semangat persatuan untuk membangun bangsa dan negara kedepannya. Betapa tidak, beberapa tahun kedepan, Indonesia bakal menyongsong Bonus Demografi.

Ia memperkirakan penduduk usia produktif, bakal membludak pada tahun 2025 hingga 2030. Itu artinya, perlu adanya semangat bersatu, agar Sumber Daya Manusia tampil di kancah internasional.

“Usia produktif bakal mencapai 3 per 4 dari total penduduk. Nah, ini akan bergantung kepada kualitas SDM (human resources) generasi muda. Untuk itu, Pemerintah harus memberi kemudahan akses pendidikan. Tentunya, berkualitas yakni menunjang akses pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Berdikari Secara Ekonomi

Lantas melihat hal itu, Pria ini berasumsinya Pemuda selaku estafet kepemimpinan bangsa, tidak boleh berdiam diri.

Sebab, selain pada era kemerdekaan tahun 1945. Sejarah juga mencatat peralihan orde lama ke orde baru tahun 1966, hingga masa reformasi tahun 1998. Pemuda adalah pelaku sejarah.

“Untuk itu, para pemuda harus berkiprah, berperan dan berkontribusi. Untuk apa, tentu untuk memajukan bangsa, dengan pemahaman nilai luhur Pancasila,” tukasnya.

Berita lain : Bakal Berduet Dengan PDIP di 2024, Begini Kata Politisi Gerindra di Jambi

Untuk itu, mengacu kepada pemikiran Presiden RI pertama, Ir Soekarno soal konsep Berdikari Secara Ekonomi. Maka, Kemas berpesan pada seluruh pemuda untuk mempersiapkan diri.

“Karena itu perlu mempersiapkan skill di seluruh leading, untuk menciptakan calon pemimpin yang berkualitas. Kemudian, menjadi pemuda yang mandiri. Penuh keberanian, terjun ke dunia wirausaha atau entrepreneurship.” tutupnya. (Tr01)

 

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033