TIPS KITO – Salah satu keistimewan bulan Ramadhan, adalah adanya malam lailatul qadar 2021 yang penuh berkah dan kemuliaan. Di malam tersebut-lah Allah SWT menurunkan firman-Nya, untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW, melalui perantara malaikat Jibril.
Lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik, dari seribu bulan. Sebab amal ibadah seseorang akan di balas dengan pahala yang berlipat ganda. Melansir Kemenag, hal ini di sampaikan dalam Khutbah Rasululah SAW pada akhir bulan Sya’ban,
Baca juga : Usai Sholat Isya dan Tahajud, Kiyai Ini Gauli Muridnya Hingga Lemas
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam, yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail di sunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah, dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang di wajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang di lakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhori-Muslim)
Lantas, kapan malam lailatul qadar itu? Agar tidak melewatkannya, simak petunjuk mengenai datangnya malam lailatul qadar berikut ini :
Kapan Malam Lailatul Qadar 2021? Ini Petunjuknya Menurut Hadits (1)
Tidak ada yang mengetahui secara pasti, kapan malam lailatul qadar akan tiba. Mengutip buku 200 Amel Saleh Berpahala Dahsyat tulisan Abdillah F. Hasan (2016), pendapat yang paling masyhur di kalangan para ulama, adalah malam istimewa ini ada pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Hal ini di sandarkan pada hadits dari Aisyah r.a:
“Rasulullah SAW, beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda. ‘Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil), pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Inilah mengapa banyak yang mengatakan, bahwa lailatul qadar terjadi pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab, dan Ibnu Umar radhiyallahu anhum condong pada pendapat, bahwa lailatul qadar turun pada 27 Ramadhan.
Kapan Malam Lailatul Qadar 1442 Hijriyah? Ini Petunjuknya Menurut Hadits (2)
Namun ada pula yang berpendapat lailatul qadar, terjadi pada 17 Ramadhan. Dalam surat Al Qadar ayat 1, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar”.
Ayat ini kemudian di hubungkan dengan surat Al-Anfal, ayat 41 yang berbunyi : “(demikian) jika kamu beriman kepada Allah, dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan. Yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Melansir kemenag.go.id, hari Furqan adalah hari meletusnya pertempuran terbesar umat Muslim, yaitu Perang Badar. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan 2 H.
Berita lain : Geger, Komandan TNI Mengamuk, Mobilnya Dihentikan Polisi Saat Razia
Oleh sebab itu, Al Hasan Al-Bashri dan sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu pada 17 Ramadhan. Ini sekaligus isyarat bahwa lailatul qadar, juga terjadi di tanggal tersebut.
Meski tidak ada konsensus mengenai kapan terjadinya lailatul qadar, Rasulullah SAW memberi petunjuk.
“Tanda-tanda Lailatul Qadar, adalah malamnya terang seperti ada rembulan terbit, tenang, sunyi, tidak dingin, tidak panas. Dan tidak di halalkan bagi bintang-binatang, untuk di lemparkan pada malam itu hingga pagi. Di antara tanda-tandanya, adalah pada pagi harinya matahari terbit merata. Pancaran cahayanya tidak menyilaukan, cahayanya seperti bulan. Dan tidak halal bagi setan untuk keluar pada saat itu.” (HR. Ahmad).
Sumber : Kumparan.com
