Triwulan ke 3, Serapan Anggaran Tanjabbar 2020 Baru 62 persen

BERITA TANJABBAR – Serapan anggaran Pemkab Tanjabbar tahun 2020, hingga triwulan ke 3 baru mencapai 62 persen. Meski begitu, angka ini terbilang tinggi

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPKAD Kabupaten Tanjabbar, Rajiun Sitohang. Ia menyebutkan bahwa presentasi serapan anggaran tahun ini lebih tinggi jika di bandingkan dengan tahun lalu jika dilihat hingga bulan September ini.

”  Karena anggaran di APBD murni yang mengalami recofussing untuk dana Covid 19. Sampai di September ini kita lihat baru di angka 62 persen. Kalau di presentasikan tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu. Ini kan karena recofussing jadi anggaran turun,” ungkapnya.

Rajiun menyampaikan bahwa angka presentase ini kemungkinan akan bisa turun di bulan ini. Hal ini karena adanya anggaran APBD P, sehingga adanya kenaikan anggaran yang menyebabkan presentase serapan anggaran mengalami penurunan.

Baca Juga : Realisasi Anggaran Covid-19 Sungai Penuh Capai 76 Persen

” 62 persen ini kan belum APBD P, tentunya jika APBD P presentase akan rendah, jadi memang bisa diangka serapan 50 persen karena ada perubahan. Jadi otomatis anggaran naik jadi presentase turun,” Jelasnya.

Kata Raji’un, di kondisi saat ini dengan serapan anggaran 62 persen,angka ini sudah menunjukan presentase yang cukup bagus.

Kisaran Serapan Anggaran Tanjabbar 2020

Karena memang menurutnya di triwulan ketiga rata-rata presentasi serapan anggaran itu berkisar antara 50 hingga 60 persen.

” Di bulan-bulan ini memang angka 62 persen sudah cukup bagus. Artinya angka biasanya itu 50 sampai 60 persen, ini melebihi jadi memang cukup bagus serapan anggaran kita, apalagi dengan kondisi kita di tengah pandemi dengan pemotongan anggaran untuk Covid,” bebernya.

Baca Juga : Lengkap, Syarat & Daftar BLT UMKM Cair 2,4 Juta di www.depkop.go.id

Lihat Video : Detik-detik Ricuh Antar Polisi di Jambi

Sementara itu, saat disingung soal  target serapan anggaran pada tahun 2020 ini, kata Rajiun berkisaran antara 93 sampai 95 persen.

Karena menurutnya serapan anggaran tidak akan mencapai 100 persen. Hal ini pun nantinya akan menimbulkan Silpa yang di mungkinkan angka Silpa tahun ini mengalami kenaikan.

” 93-95 itu target teringgi. Makanya ada silpa, silpa ini nanti yang akan di gunakan di 2021.

Kenaikan silpa tahun 2021 kemungkinan ada,” tutupnya.(hry)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube