Selain Langka, Harga Gas Melon Capai Rp 40 Ribu

TANJABBAR – Selain jumlah barangnya yang langka dan susah ditemukan, Harga Gas Melon juga capai Rp 40 Ribu satunya. Tak ayal, hak ini buat masyarakat makin mengeluh.

Keberadaan gas LPG 3 Kilo Gram di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), sejak sepekan terakhir mengalami mulai langkah.

Baca juga : Brakk, Adu Kambing Mobil Vs Motor di Lintas Tungkal-Jambi

Kelangkaan Gas melon ini, bahkan berdampak pada naiknya harga gas. Biasanya harga jual gas tersebut di pasaran tertinggi Rp. 25 ribu.

Kini, karena kelangkaannya di pasaran, harga satu tabung gas melon di jual oleh pengecer capai diangka Rp 40 ribu.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Tungkal Ilir Murniati, pada Kamis (27/08/2020).

Ia mengungkapkan bahwa kondisi gas melon yang langka, menyebabkan dirinya harus membeli dengan harga Rp 40 ribu.

Harga tersebut katanya paling tinggi ia beli selama ini. Biasanya kata Murniati, ketika gas melon langka, di pengecer dengan harga Rp. 30 ribu. Sementara ketika membeli di agen sudah kosong.

” Ini sekarang udah ada yang jual Rp 40 ribu. Ini karena langka jadi pengecer ntah dia belinya juga mahal, atau gimana kita tidak tau juga. Kalau di agen itu kosong,” ungkapnya.

Terhadap fakta di lapangan tersebut, Kepala Diskoperindag Tanjabbar, Safriwan angkat bicara.

Dirinya menyebutkan bahwa harga tertinggi untuk wilayah Tungkal Ilir, seharga Rp19 ribu. Ketika ada penjual yang menjual harga di atas tersebut, maka tidak di perkenankan.

Lihat juga video : Klik Disini

“Harga HET di Tungkal Ilir sebesar Rp. 19 ribu. Kita stok cukup, tetap dikirim dari pertamina. Artinya kalau langka ini, gas diserahkan agen ke mana? Pangkalan nyerahkannya ke mana?,” katanya.

“Jika memang masyarakat masih temukan harga mahal, lapor ke kita. Kita akan koordinasikan dengan pihak ke polisian, untuk memberikan tindakan,” tukasnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033